Kiprah Desa Budaya Dinilai Belum Maksimal

13 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul diharapkan mampu lebih fokus dalam mengembangkan seni budaya yang hapir punah ditengah perkembangan teknoligi.

Hal itu seperti yang diungkapkan Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Senin (4/6/2018) lalu.

Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto, mengatakan data Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul saat ini dari total 144 desa, hanya ada 15 desa yang telah berpredikat desa budaya dan 14 berpredikat desa di tahap rintisan budaya.

“Ini guna mencapai target desa budaya yang ada di Gunungkidul,” katanya kepada wartawan.

Supriyanto menuturkan, seluruh desa di Gunungkidul sebenarnya memiliki potensi untuk jadi desa budaya. Namun lanjutnya hal itu masih perlu waktu. Sebab sejumlah sarana prasaran desa yang berhubungan dengan ciri desa budaya masih kurang mendapat perhatian.

“Butuh waktu untuk meningkatkan potensi desa budaya,” tuturnya.

Dia menjelaskan ada sejumlah indikator untuk menjadi desa budaya. Secara rinci disebutkan, sebuah desa budaya harus memiliki adat istiadat, segi arsitektur, bangunan jawa, kuliner khas, dan permainan tradisional atau dolanan anak.

“Pendamping desa lanjutnya akan melakukan pembinaan meliputi program kesenian, maupun program-program lain,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono mengaku saat ini ratusan desa memang belum memenuhi standar untuk jadi desa budaya. Namun meski begitu dia tetap optimis beberapa tahun ke depan seluruh desa di Gunungkidul bisa menjadi Desa Budaya.

“Kami tentu menarget seluruh desa di Gunungkidul nanti menjadi desa budaya,” tutupnya. (G1)

Related Post