Kisah Anggun, Wanita Tangguh Rawat Ayah Yang Dipasung Karena Gangguan Jiwa

Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

Gunungkidulpost.com – Panggang Kasih sayang tulus jelas terlihat dari kehidupan Anggun Lestari (16) warga padukuhan Gebang 01/09, Girisuko, Panggang. Setiap harinya ia harus merawat ayahnya yang mengalami gangguan kejiwaan selama belasan tahun terakhir. Bahkan, sang ayah Tugiran (50) terpaksa dipasung karena dapat membahayakan keselamatan orang sekitar.

Ditemui Gunungkidulpost.com di kediamannya, Anggun Lestari mengungkapkan kisah memilukannya harus dilamainya sejak kecil, saat itu dalam keluarganya didominasi oleh orang yang mengalami gangguan kejiwaan. “Ayah saya dan  paman mengalami gangguan kejiwaan, sedangkan kakak saya harus merantau di Jakarta mencari nafkah. Disini saya tinggal bersama nenek saya,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.
Kasih sayang seorang ibu yang dikisahkan selalu penuh dengan kelembutan dan kasih sayang sampai saat ini belum pernah dirasakan oleh Anggun Lestari. “Wajah ibu sayapun saya belum pernah melihatnya,” jelasnya.
Wanita yang saat ini mengenyam pendidikan di SMAN 1 panggang menerangkan, paska bercerai dengan ibunya, tingkah laku sang ayah sudah mulai berubah, sering kali sang ayah, Tugiran memukul orang yang berada disekitar ketika emosi sedang meningkat. “Maka dari itu sejak setahun lebih keluarga dan tetangga memutuskan untuk memasung ayah saya,” ungkapnya lirih.
Tidak ada keraguan dalam diri Anggun saat Gunungkidulpost.com memasuki kediamannya, Anggun tanpa ragu mengajak untuk melihat ayahnya yang tidur beralaskan papan 4 x 4 meter. Dengan kaki kanan terikat rantai besi serta jagung yang digunakan untuk mainan sang ayah, Anggun mulai menyapa sang ayah dan memberitahukannya bahwa ada tamu yang hendak berkunjung.””Itu ayah saya, silahkan masuk kalau melihat,”kata Anggun
Tugiran yang mengalami gangguan jiwa sejak Anggun beberapa tahun pun tersenyum dan membalas lambaian tangan anaknya. Anggun dengan cekatan membantu bapaknya duduk dan menyiapkan minuman teh. “Ya begitu setiap harinya,”tuturnya.
Anggun mengakui, setiap harinya dirinyalah yang membuat masakan untuk ayahnya.”Sebelum sekolah saya yang menyuapinya dengan perlahan,” ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai upaya untuk membawa ke rumah sakit, Anggun mengaku tidak bisa berbuat banyak, Keadaan ekonomi membuat dirinya pasrah dengan kondisi saat ini.”Kalau saya setuju saja, tetapi kalau nenek saya belum tentu memperbolehkan ayah dibawa ke rumahsakit jiwa karena lokasinya yang jauh,” terangnya.
Sementara itu, Saijo salah seorang tetangga mengatakan, selain harus merawat ayahnya yang mengalami gangguan kejiwaan, Anggun juga terpaksa harus merawat pamannya yang mengalami gangguan kejiwaan. “Kalau untuk pamannya mengalami gangguan kejiwaan sejak kecil tetapi tidak sebahaya ayahnya,” kata Saijo. (Maya)

pasunggunungkidul

Related Post