Kisah Meyka Dan Meysa Si Bayi Kembar Dampit

39 views

Gunungkidulpost.com – Semin – Meyka Sahyana dan Meysa Sahyana, bayi kembar berusia 4 bulan, putri cantik anak dari pasangan suami istri Eka Handayani (26) dan Ari Sahyana (27) warga Padukuhan Pabregan, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin tak seperti bayi-bayi kembar kebanyakan.

Meyka dan Meysa terlahir dengan kondisi kembar dempit. Setiap malam orang tuanya harus bergantian menjaga mereka. Mereka terus menangis karena posisi tidur mereka yang tidak bisa nyaman.

Melihat kondisi tersebut, perasaan iba dan bersedih hati selalu muncul dalam benak kedua orang tuanya. Sejak lahir, kedua bayi ini berdempetan mulai dari bagian dada hingga perut, dengan 4 tangan dengan jari yang lengkap. Sedangkan untuk bagian kaki, dua kakinya normal dan 2 kali lainnya berdempetan.

Kapolsek Semin AKP Sriyadi mengungkapkan, pihaknya sangat iba ketika melihat kondisi bayi tersebut.

“Kemarin saya coba kesana untuk melihat langsung kondisinya,” kata Kapolsek, Rabu, (26/09/2018).

Keluarganya menceritakan, kata dokter usus besar bayi kembarnya hanya satu. Sehingga proses pembuangan hanya bisa dilakukan satu bayi.

Pada 14 Mei 2018 lalu, kedua putri mungil itu lahir dengan bantuan operasi caesar di RS Sardjito, Yogyakarta dengan berat 3,5 kilogram. Sampai sekarang tumbuh dengan sehat dan beratnya sudah 6,5 kilogram.

Rencana oprasi untuk memisahkan tubuh bayi kembar dampit tentu ada. Cuma pihak keluarga masih terganjal soal biaya. Entah berapa puluh atau bahkan berapa ratus juta biaya yang akan dikeluarkan kalau tidak di cover oleh BPJS.

Ayah bayi tersebut hanya bekerja sebagai buruh. Sampai sekarang pun, ia masih menumpang di rumah mertua dengan kondisi pas-pasan.

Berdasarkan petunjuk dari Puskesmas Semin 2, bayi kembar dampit Meyka dan Meysha paling tidak harus menunggu sampai bayi berumur 1 th untuk bisa dioprasi.

Disinggung mengenai bantuan dari pemerintah atau lainnya, keluarga mengaku belum ada bantuan yang masuk. Padahal jika dilihat, kondisi bayi yang seperti ini sebenarnya membutuhkan penanganan kesehatan khusus.

Dengan kondisi seperti ini, pihak keluarga sangat berharap bantuan dari pemerintah ataupun pihak lain. (Santi)

Related Post