Kisah Pensiunan Guru SD Tekuni Batik Tulis

614 views

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Umur bukanlah menjadi halangan seseorang untuk mulai berwirausaha. Seperti Sumarni yang pada 2012 lalu telah memasuki masa purna tugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Gunungkidul.

Kisah perkenalannya dengan bisnis batik terjadi saat ia mendapat pelatihan dari tetangganya. Saat itu, ia baru satu tahun pensiun sebagai guru sekolah dasar (SD).

“Walau sudah pensiun saya itu tidak betah berdiam diri tanpa pekerjaan,” kata ibu empat anak ini saat ditemui Gunungkidulpost.com, Kamis (13/4/2017).

Kendati dengan pelatihan singkat, ia mengaku banyak mendapat pelajaran penting mengenai seluk beluk bisnis batik. Tak lama dari mengikuti pelatihan itu, ia langsung memutuskan terjun ke usaha pembuatan batik tulis dan cap.

“Kebetulan saat pensiun, saya memang berniat membuka usaha,” ujarnya.

Ia pun langsung mempraktikkan seluruh ilmu dan pengalaman yang didapatnya, terutama menyangkut teknik produksi dan pemasaran.

Keputusan Sumarni terjun ke bisnis batik ini cukup berani. Pasalnya, hanya bermodalkan pengalaman, ia memutuskan terjun ke usaha batik.

Namun, keputusannya itu tidak salah. Dalam waktu singkat, batik hasil karyanya mampu dilirik olah masyarakat Gunungkidul.

“Meski tidak memiliki toko, namun dengan tempat seadanya orderan batik bisa saya kerjakan dilorong rumah ini,” bebernya.

Dari hasil karyanya, batik Sumarni dibandrol dengan kisaran harga Rp 100 – Rp 300 ribu per potong. Selain menjual batik tulis, ia juga menjual batik dalam jenis cap.

“Ya lumayan dari hasil usaha ini bisa menghasilkan uang untuk menopang kebutuhan hidup,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post