Kisah Pilot Asal Gunungkidul Sukses Atraksi Diatas Presiden

322 views

Gunungkidulpost.com – Madiun – Menjadi seorang warga Gunungkidul tak mematahkan semangat bagi Letda Pnb Christiyanto D.U sebagai seorang pilot militer.

Tak disangka, dari 15 penerbang pilihan yang melakukan atraksi Flaypas TNI AU di Istana Negara pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus lalu salah satunya merupakan warga berdarah bumi handayani.

Pemuda kelahiran 24 Desember 1986 silam itu tak terbesut niatnya untuk menjadi seorang penerbang. Lantaran semenjak duduk di bangku TK hingga SMA ia bercita-cinta menjadi seorang dokter. Namun semenjak lulus SMA, kedua orang tuanya mendorong untuk masuk menjadi Taruna TNI-AU.

Berkat dukungan kedua orang tuanya, Letda Pnb Christiyanto D.U akhirnya mendaftarkan masuk sebagai Taruna TNI AU dan berhasil diterima di Akademi Angkatan Udara pada tahun 2007 silam.

Dari situlah ia meniti karir dan menekuni pekerjaanya sebagai seorang penerbang.

“Tahun 2016 saya mendaftarkan Taruna AAU namun gagal dan mencoba mendaftar lagi akhinya diterima,” kata Letda Pnb Christiyanto D.U saat ditemui Gunungkidulpost.com, Kamis (23/8/2018).

Menurut dia, memasuki tahun 2011 dirinya berhasil lulus tes sebagai penerbang TNI AU hingga akhirnya dua tahun berselang mulai saat itulah Christiyanto ditugaskan di Skadron Udara 14 Lanud Iswajudi Madiun Jawa Timur.

“Berbagai seleksi dan latihan saya jalani hingga akhinya pada tahun 2013 dilantik sebagai penerbang militer,” paparnya.

Bebagai even acara penerbangan dan jam terbang yang cukup akhinya Bapak dua anak berdarah Gunungkidul ini ditunjuk untuk melakukan atraksi dalam peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia ke73 di Istana Negara Jakarta.

“Saya tidak minder meski berdarah Gunungkidul, bahkan malah bangga menjadi bagian dari tim yang melakukan atraksi flaypas di Istana Negara kemarin. Kebanggan ini saya tuangkan dalam secarik kertas yang saya tulis ‘Bangga menjadi anak Gunungkidul’ di pesawat tempur T50 saat atraksi diudara,” ujar Christiyanto.

Dia berharap, dengan wujud kebanggan sebagai warga Gunungkidul ini mampu memberikan motivasi kepada para pemuda desa untuk tidak mender dalam berkompetisi dengan pemuda diluar daerah/kota.

“Harapan saya pemuda pemudi jangan takut dan minder membawa nama Gunungkidul untuk berkarir dan berkompetisi di luar daerah. Bawalah nama Gunungkidul untuk lebih baik sehingga mampu terus menunjakan prestasi,” pungkas Christiyanto. (Bayu)

Related Post