Kisah Salma Pulang Dari Istana Negara

image

Petugas Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Disambut Meriah Oleh Sekolah. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Semanu – Raut wajah yang ceria terpancar dari Afifah Salma Viandani (16), siswa SMA N 1 Semanu, setelah berhasil menjalankan tugas negara, sebagai Petugas Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara, Jakarta.

Diakuinya, hanya dengan usaha yang keras dan kedisiplinan serta doa yang bisa menghantarkannya sampai ke Istana Negara. Berbagai tes diikuti dari seleksi tingkat sekolah, Kabupaten, Provinsi hingga akhirnya mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta maju ke tingkat Nasional.

Penuh semangat Salma menceritakan bahwa awalnya dari Kabupaten Gunungkidul yang lolos ke Profinsi ada 8 orang dari 16 peserta yang dikirim, hingga akhirnya hanya diambil dua untuk dikirim ke tingkat Nasional.

“Alhamdulillah kebetulan saya yang diterima dan satu lagi dari Kota Yogyakarta,” ucap Salma di sela- sela upacara penyambutan di sekolahnya, Sabtu, (26/08/2017).

Putri kebanggaan Gunungkidul yang bercita-cita menjadi Polwan ini selama di Jakarta, mengaku mendapat  pendidikanya yang sangat disiplin. 

“Bangga rasanya bisa bertemu dan berjabat tangan dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” ucap Salma bangga.

Salma yang baru datang dari Jakarta ini, oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul langsung diserahkan kepada pihak orang tuanya dan pihak sekolah, kemudian diarak menuju Kantor Kecamatan Semanu dan ke Sekolah SMAN 1 Semanu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA N 1 Wonosari Komed Sudarsono menyampaikan bahwa pihak sekolah merasa sangat terharu dan bangga karena salah satu anak didiknya menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.

“Kita akan terus memberikan motivasi dan pengawasan agar Salma dapat terus berkarya dan sukses dalam pendidikan selanjutnya,” tutur Komet.

Komet berharap, mudah-mudahan kesuksesan yang dapatkan oleh Salma bisa memberikan motivasi bagi adik-adik kelasnya, untuk bisa berprestasi seperti dirinya.

Keharuan yang mendalam terlihat saat upacara penyambutan, karena sekolah pinggiran yang mampu bersaing dengan sekolah yang berada di tengah kota.

“Semoga moment ini bisa menjadi entry point untuk kemajuan sekolah. Selanjutnya sekolah akan mengangkat potensi anak yang beragam, menggali satu per satu potensi anak sehingga dapat dimaksimalkan,” tandasnya.

Untuk mengapresiasi atas prestasi yang telah di raih Salma, pihak sekolah akhirnya membebaskan Salma dari semua biaya sekolah hingga saatnya lulus nanti. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post