Krisis Air Warga Nglindur ‘Wadul’

image

Droping Air Bersih Dilakukan Hingga Malam Hari. (Foto: Maya)

Gunungkidulpost.com – Girisubo – Warga Dusun Tekik, Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo mengeluhkan kurangnya intensitas drooping air bersih sejak krisis air bersih melanda Kabupaten Gunungkidul sejak 5 Bulan lalu.

Salah seorang warga dusun Tekik, Rajinem mengatakan, dampak dari kurangnya intensitas droping air pihaknya terpaksa membeli air bersih dari pihak swasta sebanyak 6 kali.

“Untuk satu tangkinya dihargai sebesar seratus ribu rupiah,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Rajinem menerangkan, droping air sendiri masuk ketempatnya hanya sebanyak 1 kali dalam satu Minggu, itupun hanya satu tangki kapasitas 5000 liter untuk puluhan warga dusun Tekik.

“Sehingga satu kali droping paling banyak dapat 4 dirigen air,” terangnya.

Dengan air segitu, Rajinem mengaku hanya bisa mencukupi kebutuhan air bersih selama 1 hari saja.

“Karena kebutuhan air itu banyak mas, buat mandi, mencuci, minum dan juga masak sehingga kalau cuma dapat 4 dirigen ya satu hari saja sudah habis,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, agar pemerintah bisa menambah intensitas bantuan air bersih agar pihaknya tidak perlu lagi membeli air dari pihak swasta.

“Harapan saya dalam satu Minggu bisa di droping sebanyak 3 kali,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku akan berusaha menambah intensitas droping air yang ada.

“Karena musim penghujan sebentar lagi, sehingga tidak masalah jika intensitasnya ditambah,” paparnya.

Immawan Wahyudi sendiri mengakui, pemkab Gunungkidul sudah menganggarkan dana sebesar 600 juta untuk mengantisipasi kekeringan yang ada.

“Dengan uang sebesar itu bisa untuk mengatasi kekeringan yang ada,” tutupnya. (Maya)

Posted from WordPress for Android

Related Post