Kupas Tuntas Sejarah Gunungkidul

image

Bupati Gunungkidul Melakukan Perarakan Upacara Hari Jadi. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tak terasa Gunungkidul sudah mencapai usia lebih dari satu setengah abat setelah melalui perjalanan yang cukup panjang hingga sampai seperti saat ini. Untuk mengenang Gunungkidul, kita akan kembali bernostalgia dengan kembali mengingat sejarah berdirinya Gunungkidul tercinta ini.

Dengan narasumber Etni Usmanto, salah satu panitia HUT Gunungkidul yang ke 186 kita akan memaparkan awal mula sejarah Gunungkidul.

Dikatakan oleh Etni bahwa, saat Gunungkidul masih merupakan hutan belantara, terdapat suatu desa yang dihuni beberapa orang pelarian dari Kerajaan Majapahit.

“Desa itu adalah Pongangan yang dipimpin oleh Raden Dewa Katong yang merupakan saudara Raja Brawijaya,” Jelas Etni kepada Gunungkidulpost.com.

Setelah R.Dewa Katong pindah ke Desa Katongan yang terletak 10km utara Pongangan, putranya yang bernama R.Suromejo membangun Desa Pongangan sehingga semakin ramai. Beberapa waktu kemudian R.Suromejo pindah ke Karangmojo.

Lebih lanjut Etni menjelaskan, perkembangan penduduk di Gunungkidul di dengar oleh Raja Mataram, Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartosuro. 

“Kemudian Raja Mataram mengutus senopati Ki Tumenggung Prawiropekso agar membuktikan kebenaran tersebut, setelah dinyatakan benar akhirnya R.Suromejo dinasehati agar meminta ijin kepada Raja Mataram karena daerah tersebut masih dalam wilayah kekuasaannya,” paparnya.

Namun, lanjut Etni, R.Suromejo tidak mau hingga menimbulkan perang yang membuat dirinya tewas. Kemudian anak dari R. Suromejo, Ki Pontjodirjo akhirnya menyerahkan diri dan oleh Sumbernyowo diangkat menjadi Bupati Gunungkidul yang pertama.
Tidak lama menjabat sebagai Bupati Gunungkidul yang ke -1, karena adanya batas-batas daerah Gunungkidul antara Sultan dan Mangkunegara II pada tahun 1831. Etni juga menyampaikan, menurut Mr.R.M.Suryodiningrat dalam bukunya “Peprentahan Praja Kejawen” dikuatkan oleh buku de Virtenlanden tulisan O.P.Rauffaer yang menyatakan berdirinya Gunungkidul pada tahun 1831, bersama dengan terbentuknya Kabupaten lain di Yogyakarta.

“Akhirnya oleh upaya yang dilakukan panitia untuk melacak HUT Gunungkidul tahun 1884 baik yang terungkap melalui fakta sejarah, penelitian, pengumpulan data dari tokoh masyarakat, pakar, serta daftar kepustakaan bahwa Kabupaten Gunungkidul dengan Wonosari sebagai pusat pemerintahan lahir pada Jumat legi, 27 Mei 1831 dan sampai saat ini sudah 186 tahun” ucapnya.

Setelah itu secara Yuridis setatus Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah Kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Guna mengabadikan HUT Gunungkidul dibangun prasasti berupa tugu di makam Bupati pertama Mas.Tumenggung Pontjodirjo dengan bertuliskan Suryo Sengkolo dan Condro Sengkolo berbunyi “Nyata Wigna Manggaling Nata, Hanyipta Tumataning Swaprojo” 
Itulah tonggak sejarah Gunungkidul.

“Kita sebagai generasi muda, jangan sekali-kali melupakan sejarah, sudah sepantasnya kita selalu mengenang agar generasi setelah kita juga bisa memahami Gunungkidul secara menyeluruh,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post