Kurang Perhatian Dari Pemerintah, Ribuan Pasutri Belum Miliki Buku Nikah

783 views
Ilustrasi. (google)

Ilustrasi. (google)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ribuan pasangan suami istri (pasutri) warga pesisir Gunungkidul hingga  saat ini tidak memiliki buku nikah. Hal itu desebabkan karena kurangnya perhatian  dari pemerintah dari segi pembiayaan. Padahal buku nikah tersebut penting untuk mengurus administrasi kependudukan anak.

Panitra Pengurusan Perkara Pengdilan Agama Wonosari, Suhartadi mengatakan, pasangan suami istri yang belum memiliki buku nikah itu sebagian besar berasal di wilayah pesisir Gunungkidul diantaranya, kecamatan Girisubo, Saptosari, Paliyan, Tanjungsari dan Rongkop. Tercatat ada sekitar 2500 pasutri belum memiliki buku nikah yang belum disahkan (isbad nikah).

“Padalah mereka hidup keluarga selama puluhan tahun, tetapi hingga saat ini belum punya buku nikah. Catatan ini memang terparah di wilayah DIY,” katanya, Selasa (4/10/2016).

Suhartadi menjelaskan, umumnya, pasangan itu menikah secara agama Islam, namun belum didaftarkan dalam lembaran agama karena memang terbatasnya biaya dari pemerintah. Sebagai upaya untuk mengatasi kasus tersebut, pihak PA sendiri mengandeng Kemenag dan Dinas kependudukan serta catatan sipil (Disdukcapil) Gunungkidul untuk melaksanakan isbad nikah.

“Pada tahun 2014 lalu sudah kita lakukan tetapi hasilnya masih belum memenuhi karena tidak adanya anggaran yang tercantum dari APBD,” jelasnya.

Menurut Suhartadi, buku nikah penting sebagai dokumentasi kependudukan karena tanpa buku nikah maka sulit untuk membuat akta kelahiran anak, paspor dan dokumen negara lainnya. Pada akhir 2016, pihaknya sudah melaksanakan sidang isbad terpadu tahap pertama  sebanyak 147 perkara.

“Dengan asumsi 2500 perkara, kalau pertahunnya melakukan kisaran 147 perkara diselesaikan di gunungkidul. Baru bisa selasai 17 tahun. Maka ini perlu adanya kepedulian dari pemerintah,” pungkasnya. (Nena)

bukunikah gunungkidulpost

Related Post