Lagi Empat Mantan Anggota Dewan Berhasil Dieksekusi

80 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Kejaksaan Negeri Gunungkidul kembali mengeksekusi empat mantan anggota dewan periode 1999-2004, yang terjerat kasus korupsi APBD tahun 2003-2004.

Keempat mantan anggota dewan tersebut kini dijebloskan ke Lapas Wirogunan.

Keempat mantan anggota dewan adalah Purwo Darminto, Bambang Eko Prabowo, Nurhadi, dan Naomi Prirusmiati.

Dari pantauan Gunungkidulpost.com, tiga orang laki-laki dan satu perempuan tersebut terlihat keluar dari gedung Kejari didampingi oleh petugas kejari.

Keempatnya terlihat tenang saat masuk ke dalam mini bus dan selanjutnya diberangkatkan ke LP Wirogunan.

Kepala Seksi Pidana Kejari Gunungkidul, M Darojat mengatakan, total sampai dengan hari ini, mantan anggota dewan yang dieksekusi sebanyak tujuh orang, mengingat pada Senin lalu Kajari telah mengeksekusi tiga mantan anggota dewan.

“Saat ini total ada tujuh orang yang dijebloskan ke Lapas Wirogunan, mereka akan menjalani hukuman satu tahun penjara,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Ketujuh nama mantan anggota dewan adalah Pardiro, Purwo Darminto, Naomi Prirusmiyati, AJ Sumarno, Bambang Eko Prabowo, Nurhadi Rahmanto, dan FX Ngatijan.

“FX Ngatijan sudah meninggal dunia jadi tidak kami eksekusi. Pak Supriyono diundur 1 Juli karena dirinya mengirim surat permintaan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya,” jelasnya.

Satu diantara terpidana, Bambang Eko Prabowo mengungkapkan dirinya siap untuk menjalani hukuman selama satu tahun dan tidak akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

“Saya siap untuk menjalani hukuman sesuai dengan putusan, mengajukan PK prosesnya panjang dan tidak akan menghalangi eksekusi,” imbuhnya.

Walaupun dirinya siap namun ia merasa bahwa dirinya tidak bersalah, karena pada saat tahun anggaran berjalan (2003-2004) terjadi kekosongan hukum karena tidak ada peraturan yang mengatur tentang tunjangan dewan saat itu.

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jerami Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami), Rino Caroko, mengatakan kasus korupsi yang terjadi beberapa tahun lalu ini bisa menjadi pembelajaran anggota dewan saat ini maupun mendatang.

“Kami harap ini menjadi pelajaran bagi anggota dewan saat ini untuk lebih berhati-hari,” pungkasnya. (Red)

Related Post