Lahan Bebatuan Disulap Jadi Kebun Kelengkeng

1062 views

image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Patuk – Desa Nglanggeran yang selama ini terkenal dengan tempat wisata seperti embung dan gunung api purba kini masyarakat mulai mengembangkan tumbuhan kelengkeng.

Masyarakat yang awalnya kurang yakin kelengkeng bisa berbuah, ternyata kekhawatiran itu sirna. Lantaran patani  mulai Sabtu (25/2/2017) kemarin bisa memanen kelengkeng jenis itoh.

“Awalnya kami bersama 85 orang petani kurang yakin apakah kelengkeng bisa dikembangkan di wilayah kami,” kata salah satu petani kebun buah Nglanggeran, Sudiyono Minggu (26/2/2017).

Dengan kegigihan dari para petani, dan pendampingan dari sebuah LSM yang didukung CSR pertamina, tahun ini hampir 90 persen tanaman kelengkeng yang berjumlah kurang lebih 300 batang bisa berbuah. Buah yang dihasilkan dalam panen perdana ini pun cukup baik kwalitasnya, dan tidak menutup kemungkinan di jual ke supermarket kedepannya. Dalam penen pertama diperoleh klengkeng 1 kwintal, dan ini cukup menggembirakan karena lokasi tersebut sebagian besar merupakan lahan berbatu.

“Hampir 90 persen pohon bisa berbuah. Anggota kami juga banyak belajar mengenai sistem manajemen,” bebernya.

Namun demikian, untuk penjualan buah kelengkeng, pihaknya akan menyiapkan koperasi. Nantinya seluruh buah yang dihasilkan oleh kebun buah nglanggeran akan masuk ke koperasi sehingga bisa menyejahterakan masyarakat. “Kedepan kita akan menyiapkan koperasi, sehingga hasilnya bisa dinikmati bersama dan menyejahterakan petani,”katanya

Sementara, Manager SMEPP Operation PT Pertamina, Agus Mashud S Asngari menjelaskan, melihat hasil yang mencapai 1 kwintal ini, pihaknya berharap kedepan wilayah Nglanggeran bisa menjadi salah satu sentra kelengkeng di DIY.

“Melihat hasil yang menggembirakan ini, kami berharap Yogyakarta memiliki sentra buah kelengkeng yakni di Nglanggeran,” ucapnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post