Lahan Pertanian Butuh Rehabilitasi

109 views

(Foto: Dok Gunungkidulpost.com)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebagian lahan pertanian milik warga terkikis, dan membutuhkan rehabilitasi tanah agar bisa ditanami kembali. Pemerintah pun mulai melakukan pendataan dan cara yang tepat untuk mendapatkan solusi mengenai pertanian.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, luas lahan pertanian diluar untuk pakan ternak yang membutuhkan rehabilitasi ada sekitar 48 hektare. Untuk wilayah Bejiharjo sektar Sungai Oyo ada sekitar 35 hektare tanah yang terkelupas.

“Desa Beji, Pathuk juga ada sekitar 10 hektare, lalu di Gading, Playen ada tiga hektare,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Diantara lahan pertanian yang terkikis karena arus banjir tersebut, ada lahan yang mengalami pengikisan hingga menyisakan batu cadas. Ia mengatakan tidak semuanya tanah di Gunungkidul berada diatas batu cadas, mengingat total lahan pangan di Gunungkidul yang berupa sawah ada sekitar 7874 hektare, dan lahan kering kurang lebih 42.000 hektare.

“Di Gunungkidul itu sendiri terbagi tiga zona, pertama zone Batur Agung yang ada di Nglipar, Ngawen, Semin, Ponjong. Tanahnya itu subur dan bagian atas tanahnya atau solum tebal,” tutur Raharjo.

Lalu, zone tengah yang ada di Wonosari, Playen, Ponjong, dan Karangmojo. Zone ini memiliki karakteristik tanahnya yang datar dan terdapat banyak lapisan kedap air. Kemudian zone selatan, mulai dari wilayah Rongkop, Girisubo, Paliyan, Tepus hingga Panggang. Zone ini memiliki solum yang tipis.

“Di samping Sungai Oya memang pinggirnya banyak lapisan batu cadas, jadi tidak semuanya tanah di Gunungkidul berada di atas batu. Dan ini pun butuh segera direhabilitas mengingat petani juga ingin segera menggarap lahannya,” ungkapnya. (Bayu)

Related Post