Listrik Tamkul Sering Padam Bikin Rejeki Pedagang Jadi Gelap !!!

444 views
Listrik Taman Kuliner Sering Padam. (Foto : Nena Krisna)

Listrik Taman Kuliner Sering Padam. (Foto : Nena Krisna)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Aliran listrik di taman kuliner (tamkul) Wonosari sering padam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyulut kekecewaan para pedagang kaki lima yang setiap harinya mencari nafkah di kawasan tersebut. Karena membuat pelanggan kabur sehingga rejeki mereka gelap.

Salah satu pedagang, Surino (30) warga kecamatan Wonosari mengaku, heran karena setiap kali ia berjualan untuk melayani pedagang listrik di taman kuliner tersebut sering mati. Sehingga banyak pelanggannya yang kecewa karena kondisi ini.

“Pelanggan banyak yang kecewa, mereka harus menunggu waktu yang cukup lama untuk menerima pesanannya. Padahal saat kita baru memasak, kalau tidak ada penerangan mau gimana lagi,” katanya, Jumat (7/10/2016).

Menurut Surino, matinya aliran listrik di kawasan tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 Wib, ketika para pedagang sudah memenuhi kawasan tersebut. Hal itu diperparah karena dalam satu malam listrik bisa mati hingga 4 kali.

“Kalau semalam berjualan saja mati kadang 3 sampai 4 kali. Jelas kita sangat terganggu terhadap pelayanan fasilitas pemerintah yang kurang memuaskan,” ujarnya.

Hal senada dikeluhkan Wagimin warga kecamatan Paliyan. Ia mengaku sejak beberapa minggu terakhir lampu sering padam. Yang sangat disayangkan, lampu sering padam pada saat waktu magrib hingga malam hari. “Ini rutin terjadi setiap malam. Padahal kita juga ikut iuran untuk membayar listrik setiap bulannya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengelola Pasar, Widagdo mengaku, baru mengetahui adanya aliran listrik yang sering padam di taman kuliner. Pihaknya nanti akan menindak lanjuti keluhan para pedangang tersebut, dengan melakukan pengecekan dan selanjutnya akan segera diperbaiki. “Kita baru tahu ini. Nanti akan kita cek ke lokasi,” ucapnya.

Menurut Widagdo, daya listrik yang digunakan saat ini mencapai 4400 w. Sedangkan untuk pembayaran, mereka swadaya dari para pedagang sesuai dengan pemakaian dan dikelola pedagang itu sendiri. “Ada pengurusnya, mereka membayar iuran Rp. 1000,- hingga Rp. 2000,- perhari sesuai pemakaian,” pungkasnya. (Nena)






gunungkidulpost tamankulinerwonosari

Related Post