Lumpuh Menahun, Wasinem Butuh Uluran Tangan

image

Gunungkidulpost.com – Playen – Lumpuh menahun akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu, di tambah kedua matanya yang sudah tidak dapat melihat, membuat Wasinem (Mangun rejo) warga Krenen, Rt.04,Rw.03, Ngunut, Playen, hanya bisa berdiam diri di dalam kamar.

Di ceritakan oleh Aminto, Kepala Dusun Krenen, kondisi Wasinem memang sangat memprihatinkan. Ibu dari 3 orang anak ini tergolong keluarga yang tidak mampu.

“Wasinem tinggal dengan anaknya yang nomer 1, itupun sedikit mengalami keterbelakangan mental, sehingga tidak mempunyai pekerjaan selain memelihara kambing dan bertani sebisanya,” jelas Aminto.

Lebih lanjut, Aminto menceritakan kejadian di tahun 2011 yang lalu, dimana Wasinem masih menjadi seorang pedagang kecambah di pasar Argosari, Wonosari. Namun semua itu harus berhenti ketika Wasinem mengalami kecelakaan.

“Saat hendak pulang, Wasinem di srempet Bus dan mengenai kaki kanannya sampai patah, sehingga harus di oprasi dan di pasang pen di kakinya,” ucapnya.

Aminto mengaku, masih untung waktu itu pihak yang menyrempet bertanggung jawab, namun itu tidak sampai ke tahap kontrol hingga pencopotan pen di kakinya. Sehingga Wasinem masih harus keluar biaya sendiri untuk kontrol.

Semenjak kecelakaan itu Wasinem hanya mengandalkan bantuan dari anaknya. Jangankan untuk oprasi mencopot pen di kakinya, untuk makan saja Wasinem masih kurang.

“Karena tidak ada biaya, sampai saat ini pen itu belum di copot dan sampai menonjol keluar tidak terbungkus daging,itu sangat memprihatinkan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngunut, Iswanto Hadi mengaku sangat prihatin kepada salah satu warganya ini, apalagi sekarang ini kondisi kedua mata Wasinem yang mengalami kebutaan.

” Saya sangat prihatin, dan kami telah mengupayakan agar Wasinem mendapat bantuan, kami telah menggalang dana dari para dermawan dan akan kami serahkan langsung ke Wasinem,” ujarnya.

Melalui karang taruna Desa Ngunut, lanjut Iswanto, pihaknya juga telah mengumpulkan dana dan telah kami berikan ke Wasinem yang saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Sudirman, Yogyakarta untuk menjalani oprasi pencopotan pen di kakinya. 

“Saya berharap akan ada para dermawan yang bersedia membantu, sehingga dapat meringankan beban Wasinem,” imbuhnya.

Pihak pemerintah desa mengaku telah menyampaikan ini ke Dinas Sosial, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari dinas, sehingga pemerintah desa Ngunut terus berusaha menggalang dana untuk meringankan beban Wasinem.

“Bagi yang akan menyumbang, bisa menyalurkan bantuannya lewat karang taruna desa Ngunut atau bisa ke rekening BRI 6984- 02- 015238-53-3 atas nama Tri Junianto, selaku sekretaris desa Ngunut, atau bisa datang langsung ke rumah Wasinem,” pungkas Iswanto. (R1)

Posted from WordPress for Android

Related Post