Mahalnya Bahan Baku Membuat Pengusaha Krupuk Menjerit

117 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Mahalnya tepung tapioka untuk bahan pembuat krupuk, membuat produsen krupuk semakin kelabakan.

Demikian di ungkapkan salah satu pemilik pabrik krupuk yang beralamat di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.

Salah seorang pengusaha krupuk, Rakimin saat ditemui Gunungkidulpost.com mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu ia mendapatkan tepung tapioka dari Lampung Sumatera Selatan. Namun dirasa kejauhan untuk mendapatkan bahan baku serta ongkos yang terlalu mahal mulai saat ini pasokan beralih dari Wonogiri, Jawa Tengah.

“Bahan baku di Gunungkidul susah dicari akhirnya harus cari hingga kr luar daerah,” kata Rakimin saat ditemui wartawan, Kamis (6/12/2018).

Dia mengatakan, harga tepung tapioka saat ini mengalami kelonjalan. Yang semula per kwintal mencapai Rp 500 ribu saat ini menembus Rp 1 juta.

“Salin sulitnya bahan baku diwilayah lokal harga tepung meroket tajam,” katanya lagi.

Menurut dia, mahalnya bahan baku membuat Rakimin harus memutas otak lantaran biaya produksi yang mahal namun penjualan masih tetap sama.

Saat ini produksi krupuk dilakukan sendiri dan dibantu dengan anaknya.

“Ya harus memutar otak karena bahan baku dan produksi naik,” ujarnya.

Apalagi memasuki musim penghujan ini sangat berpengaruh terhadap proses produksi krupuk.

Rakimin menambahkan, sistem penjualan krupuknya sekarang ini dikemas dengan plastik. Hal itu jauh berbeda dengan jaman dulu yakni toples.

“Perubahan cuaca juga mempengaruhi produksi karena poses pengeringan akan terhambat,” jelasnya.

Rakimin berharap, pemerintah segera menstabilkan harga tepung tapioka. Hal itu karena banyak pengimpor tepung dari negara Thailand dengan harga yang sangat rendah dan mengacaukan harga di pasar.

“Kami harap harga tepung kembali tetap stabil,” pungkas Rakimin. (G2)

Related Post