Marak Isu Sara, Ini Langkah Polri Ciptakan Suasana Kondusif

image

Deklarasi damai. (Foto: Nena)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menjaga situasi aman dan kondusif, Polres Gunungkidul menggelar apel  deklarasi damai beserta Pejabat dan Muspida setempat yang digelar di Mapolres, Selasa (15/11/2016). Kesepatkatan ini menyikapi kasus SARA yang akhir-akhir ini terjadi.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Nugrah Trihadi, mengatakan, apel Kebhinekaan ini dilakukan serentak diseluruh polres di Indonsia, selama peringatan Hari Pahlawan. Dengan begitu, nantinya lapisan masyarakat memperekat bineka tunggal ika.

“Belakangan ini sudah muncul upaya mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kita lihat sepeti demo yang terjadi itu rawan ditumpangi oleh kepentingan tetentu,” katanya saat awak media.

Nugrah Trihadi berhadap, di wilayah Gunungkidul, terjadinya aktifitas berpotensi ditunggangi orang tidak bertanggungjawab bisa antisipasi. Mengingat wilayah ini tidak memikirkan permasalahan yang terjadi di wilayah lain.

“Terkait adanya aksi 4 November, yang sudah terjadi biarlah terjadi,  kedepan kebhinekaan ini harus dijaga secara bersama-sama,” ujarnya.

Nugrah Trihadi mengaku, sampai saat ini di wilayah Gunungkidul masih aman dan kondunsif. Akan tetapi, sebagai uapya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, pihaknya menggelar deklarasi damai dengan pejabat kepolisian, kodim, pemuka agama, kejaksaan, maupun tokoh masyarakat.

“Dengan penandatangan bersama ini kita sepakat untuk berama-sama menjaga situasi kondunsif,” jelasnya.

Menurut Nugrah, berkaitan dengan pengamanan rumah ibadah, seluruh jajaran siap diterjunkan. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar tidak terpovokasi dengan isu-isu memecah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Dengan apel kebhinekaan ini bertujuan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Imawan Wahyu mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya deklarasi menjaga kebhinikaan. Seban, dengan menjaga kedamaian, memupuk persatuan dan kesatuan NKRI akan tercipta situasi yang rukun antar masyarakat maupun pemeluk agama.

“Di Gunungkidul ini masyarakatnya kalau bahasa jawanya guyup rukun batiniah dan lahiriah. Jadi, ini lebih dari tinggi dari istilah toleransi,” pungkasnya. (Nena)

deklarasidamai

Related Post