Maraknya Parkir Liar Di Kawasan Pantai, Dinas Ajukan Perubahan Raperda

41 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul ajukan perubahan raperda ihwal perparkiran. Hal ini dilakukan setelah adanya keluhan dari masyarakat mengenai parkir liar di kawasan Pantai Sadranan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus.

Kepala Dishub Gunungkidul, Syarief Armunanto mengatakan, di Perda lama nomor 7/2011 tentang penyelenggaraan perparkiran di Gunungkidul belum mencantumkan sanksi bagi jukir liar. Untuk itu dalam perda baru itu nanti akan ada sanksi untuk para juru parkir liar. Namun saat ini, Dishub baru menyusun perubahan raperda tersebut.

“Semoga tahun depan sudah tertata dengan baik ihwal parkir ini walaupun belum sempurna,” Kata Syarief Selasa (10/7).

Adapun selain membahas sanksi bagi jukir liar, dalam raperda itu nanti akan lebih merinci persyaratan mengajukan pengelolaan parkir serta lokasi yang ditentukan. Tarif berbayar per jam juga akan diatur.

“Demikian juga dengan parkir untuk difabel dan lansia serta ibu hamil juga akan lebih diperinci, jadi siapapun yang mengelola parkir harus sesuai aturan,” kata Syarif.

Syarif mengatakan, adanya raperda ini tidak hanya sekedar respon semata, tapi bisa menjadi penyelesaian masalah. Menurutnya saat ini yang terpenting adalah bagaimana menyiapkan regulasi yang lebih konkrit.

“Paling tidak 10 tahun kedepan bisa lebih menjamin pelayanan ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu ihwal adanya parkir liar di Pantai Sadranan, Kepala Bidang PJU dan Perparkiran Dishub Gunungkidul, Ely Susanta mengakui hal tersebut. Namun kata Ely itu hanyalah segelintir oknum, sebab di pantai tersebut telah ada pengelola parkir resmi.

“Di sadranan memang sudah ada pengelola parkir resmi yang mengontrak dengan Dishub,” katanya.

Namun demikian, ada sebagian warga lokal yang tidak tergabung dalam pengelolaan resmi yang turut menjadi jukir, sehingga ada wisatawan yang sudah bayar di resmi harus bayar lagi ke oknum. (Santi)

Related Post