Maraknya Penipuan Voucher Wisata Palsu, Guru Diminta Waspada

image

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul prihatin atas banyaknya guru yang menjadi korban penipuan voucer wisata. Disdikpora pun mengimbau agar para guru lebih waspada dan berhati-hati.

Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid turut prihatin dengan puluhan guru di Gunungkidul yang menjadi korban penipuan voucer wisata. Dia meminta agar para guru lebih cermat lagi dalam menerima tawaran produk apapun.

“Guru harus lebih cermat, teliti dalam membeli atau menerima tawaran produk agar tidak tertipu. Mungkin kalau dilihat dari nilai rupiahnya tidak banyak, tapi itu kan membuat tidak nyaman,” katanya saat dihubungi Gunungkidulpost.com, Kamis (12/10/2017).

Sementara itu, pihaknya tak mengetahui pasti kenapa guru-guru di Gunungkidul menjadi sasaran pelaku penjual voucer wisata palsu. Namun menurut dia, banyaknya sekolah yang lokasinya jauh terpencil kemungkinan lebih mudah menjadi sasaran karena keterbatasan akses informasi.

“Kemungkinan besar banyaknya sekolah yang ada ditempat terpencil digunakan oleh oknum untuk target operasi penipuan,” bebernya.

Sebelumnya Salah seorang guru SD asal Kecamatan Purwosari, Kuswati menjadi salah satu korban penipuan voucer wisata. Dia sempat terkecoh karena saat tersangka mendatangi sekolah sangat meyakinkan di depan sejumlah guru.

“Awalnya saya dan beberapa guru di sekolah didatangi oleh pelaku, dia [pelaku] mengaku dari perwakilan pesona wisata, Kemenpar,” ucapnya.

Dengan modus tersebut terasangka kemudian menawarkan sebuah kartu atau voucer wisata dengan harga Rp150.000. Dengan kartu tersebut pemilik dapat menggunakannya untuk masuk ke seluruh  objek wisata di Indonesia dan akan mendapatkan potongan harga hingga 50%.

“Saya pun akhirnya membelinya, kemudian saya coba gunakan voucer tersebut ke sejumlah objek wisata di Jogja tapi ternyata tidak bisa,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post