Masyarakat Dituntut Cerdas Saat Menggunakan Obat

365 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
“Tanya Lima O” akan digaungkan dalam Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Gerakan Gema Cermat tersebut merupakan pemberian edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mendapatkan dan menggunakan obat yang benar.

Untuk menunjang sosialisasi Gema Cermat yang menjadi program Kementrian Kesehatan RI, dibentuklah Agent of Change (AoC) dan telah dikukuhkan pada, Senin (29/7/2019) lalu oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Salah satu apoteker AoC terlantik, Mahendra Agil Kusuma mengatakan tujuan dibentuknya tim AoC untuk memberikan informasi kepada masyarakat edukasi tentang obat dengan “Tanya Lima O”.

“Disini kita ingin mengeduksi kepada masyarakat jadi ketika mereka membeli atau mendapatkan obat, apa saja yang perlu diperhatikan. Masyarakat harus tahu tentang “Tanya Lima O”, yang melipuati : Obat ini apa nama dan kandungannya?, Obat ini apa khasiatnya/kegunaannya?, Obat ini berapa dosisnya?, Obat ini bagaimana cara menggunakannya?, dan yang terakhir adalah Obat ini apa efek sampingnya?. Dan tak kalah penting harus cek nomer registrasi dari obat tersebut, karena setiap obat yang beredar di Indoneasia wajib memiliki nomer registrasi.” jelasnya saat ditemui Gunungkidulpost.com.

Mahendra menerangkan, dalam kegiatan tim AoC nantinya siap memberikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat juga bisa menanyakan tentang obat langsung kepada apoteker untuk diberikan informasi mengenai obat.

“Tim AoC siap untuk memberikan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, bahkan dalam pertemuan di desa-desa tak hanya dalam pertemuan instansi saja. Dan masyarakat jangan sungkan untuk menanyakan kepada apoteker, mengenai informasi tentang obat yang akan dibeli.” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Gunungkidul, Bapak Dono Panggarjito, menerangkan tim AoC yang dibentuk beranggotakan 40 orang untuk pencanangan pertama, tahun berikutnya akan kita tambah.

“Tim AoC merupakan gabungan para apoteker dari puskesmas, rumah sakit, apotik serta klinik.” katanya.

Dono menyampaikan, tim AoC akan nantinya akan diterjunkan ke masyarakat dalam kegiatanya.

“AoC akan kita terjunkan ke pertemuan-pertemuan desa, ibu-ibu PKK yang membutuhkan informasi tentang pengetahuan cara mendapatkan dan menggunakan obat, terutama mengenai “Lima O” tersebut.” pungkasnya. (Falentina)

Related Post