Masyarakat Tak Berminat Masuk Rusunawa

image

Rusunawa di desa karangrejek terlihat sepi (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sejak dibuka pertengahan Februari 2017 lalu, rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) di Karangrejek, Desa Karangrejek, Wonosari sepi peminat.

Upaya pemerintah untuk memberikan fasilitas perumahan kepada warga kurang mampu tak begitu diminati.

“Sampai saat ini baru ada 11 orang yang mengembalikan formulir,” kata Kasi Rusunawa Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nurgiyanto, Selasa (6/6/2017)

Menurut Nurgiyanto, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat fasilitas yang sudah dibangun kementrian PUPR ini. Dengan ukuran 6X6,5 meter per kamarnya, masyarakat kurang mampu, menempati maksimal 3 tahun.

Lanjut dia, banyak warga yang berminat mulai dari PNS hingga pegawai swasta. Namun bangunan senilai Rp 26 Miliar itu diperuntukkan bagi warga kurang mampu. 

“Untuk saat ini peraturan Bupati terkait tarif belum ditentukan, sehingga kami memberikan sosialisasi tarif masih menggunakan draf dimana paling tinggi harganya Rp 265 ribu untuk lantai dua dan paling rendah untuk difabel lantai 1 yakni Rp 120 ribu,” jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto mengatakan, draf perbub mengenai besaran tarif belum dibahas karena masih mencari draf.
Sementara dari jumlah yang ada harus diseleksi sesuai dengan ketentuan.

“Jangan sampai karena kurang terus siapa saja bisa, karena peruntukan rusunawa agar kalangan kurang mampu bisa memperoleh tempat layak,” tegasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post