Menengok Fasilitas Berstandar Internasional Di Embung Nglanggeran

147 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Pada dasarnya ada beberapa elemen pariwisata yang harus dipenuhi agar pengembangan sektor pariwisata di suatu daerah dapat berjalan dengan baik yaitu Attraction, Amenities, dan Access (3A).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Marlina Handayani saat mengunjungi kawasan wisata desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk,Senin,(15/7/2019) kemarin.

Marlina menjelaskan, Amenities dapat diartikan berbagai fasilitas pendukung pariwisata, mulai dari fasilitas umum seperti toilet, tempat makan, dan sebagainya. Tidak sebatas itu, penginapan pun menjadi salah satu faktor krusial bagi banyak segmen wisatawan dalam proses pengambilan keputusan.

“Untuk itu,pemerintah mencoba memberikan bantuan khususnya untuk fasilitas homestay agar wisatawan lebih nyaman saat singgah disini,”terangnya.

Selanjutnya Attraction yakni segala sesuatu yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah. Hal itu bisa berawal dari kreativitas manusia, baik dalam bentuk tempat hiburan, festival, dan lain-lain.

“Disini juga telah diberikan bantuan untuk pembangunan panggung terbuka di kawasan Embung Nglanggeran yang bisa digunakan untuk menampilkan berbagai pertunjukan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pemerintah melalui Dinas Pertanian DIY juga telah memberikan bantuan bibit duren yang telah ditanam di kawasan wisata Embung Nglanggeran.

Elemen terakhir yang tidak kalah penting dalam mengembangkan sektor wisata yakni Access yang memadai.

“Namun untuk mewujudkan elemen ini tentu tidak dapat diupayakan sendiri, perlu ada kolaborasi antara pengembang pariwisata dan pemerintah daerah,” kata Marlina.

Marlina menambahkan, kunjunganya di desa Nglanggeran dilakukan untuk melihat langsung kondisi kawasan wisata Nglanggeran yang merupakan contoh kawasan wisata yang telah berhasil setelah mendapat bantuan baik dari pihak pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, Aris Budiyono, anggota Pokdarwis dari desa Nglanggeran menyampaikan untuk memudahkan wisatawan bermalam, situs Gunung Api Purba yang ada di desa Nglanggeran kini sudah dilengkapi dengan homestay.

“Ada 80 homestay yang disediakan dengan pembagian 3 kriteria yaitu Kategori Sederhana, Sedang dan VIP,” katanya.

Dari seluruh homestay yang disediakan,standar kamar memang tidak sama, namun untuk toilet standarnya sudah disamakan yakni toilet dengan standar internasional.

Aris mengatakan,standar toilet memang disamakan setelah mendapat bantuan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X sebesar 395 juta rupiah.

Standar toilet sengaja disamakan untuk memfasilitasi wisatawan asing yang ada di kawasan Gunung Api Purba.

“Karena dari pengamatan kami,banyak wisatawan asing yang tidak bisa menggunakan kloset jongkok,sehingga kami ubah standar toilet menjadi standar internasional,” ujarnya.

Aris menambahkan, desa Nglanggeran ini memang sudah dipersiapkan diri sebagai kawasan desa wisata yang ramah bagi siapa saja.

“Khususnya untuk homestay, pemilik homestay tidak hanya menjual kamar,namun disini mereka lebih mengutamakan interaksi dengan wisatawan,sehingga bisa berbaur dan beramah tamah dengan pemilik homestay,” bebernya.

Homestay yang ada di kawasan desa wisata ini merupakan binaan Kelompok Sadar Wisata desa Nglanggeran bersama dengan masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di kawasan objek wisata. (Santi)

Related Post