Mengingat 11 Tahun Silam Gempa Luluh Lantahkah DIY

image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com -Yogyakarta-Hari ini tepat 11 tahun gempa dahsyat meluluh lantahkan kota Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa yang terjadi pada 11 tahun silam membawa duka tersendiri bagi para korbannya. Tepat 27 Mei 2006 pukul 05.55 Wib, Gempa dengan kekuatan 5,9 SR mengguncang kota Yogyakarta dan sekitarnya selama 57 detik. Ribuan manusia tewas terkena reruntuhan bangunan.

Sekedar untuk mengingatkan dan mengenang suasana di pagi itu, ketika semua orang panik, berteriak, menangis, keluar rumah mencari perlindungan. Dalam hitungam detik, kota Yogyakarta porak poranda, bangunan runtuh hingga isu Tsunami sempat membuat masyarakat panik luar biasa. Masih terngiang saat orang-orang berteriak “Kukuh bakuh….kukuh bakuh…” Dengan berlarian kesana kemari, tak terbayangkan begitu mencekamnya pagi itu. Listrik padam, signal sesaat menghilang, kota Yogyakarta seolah menjadi kota mati.

Yang lebih membuat pilu hati ini, ketika jenazah dari korban gempa mulai di kumpulkan oleh tim relawan. Ribuan jenazah berjejer di pinggiran jalan dengan kondisi yang memprihatinkan karena terkena reruntuhan bangunan. Korban luka tidak kalah banyaknya sehingga harus segera dilarikan ke Rumah sakit.

Benar-benar waktu itu, masyarakat Yogyakarta bagaikan semut didalam wadah yang kita goyangkan, tidak satupun yang mampu menggendalikan, sehingga hanya rasa panik, pasrah dan doa yang terucap dari bibir yang gemetar waktu itu.

Sampai saat ini, apabila terjadi gempa, yang terbayang hanyalah gempa di tahun 2006 silam. Apa yang akan terjadi apabila musibah itu terulang. Hanya doa dan harapan musibah itu tidak terulang.

Semoga Allah selalu memberikan perlindunga. Hari itu, adalah wujud kecintaan dan perhatian Allah kepada umatnya untuk kembali mengingatnya. Segala macam cobaan yang diberikan semoga menjadi bahan evaluasi kita untuk menjadi lebih baik, untuk selalu melangkah dijalannya, semata-mata untuk mencari ridhonya.

Tepat dihari pertama bulan suci Ramadhan tahun 1438 H/2017 M. Mari kita berdoa untuk para korban gempa 11 tahun silam. Semoga Allah berika tempatnya yang terbaik bagi mereka yang telah meninggal, dan bagi yang masih diberi kesempatan hidup hingga saat ini, semoga mereka terus tabah menjalani kehidupan, selalu bisa menjadikan musibah itu sebagai bentuk cambukan dari Tuhan Yang Maha Esa, untuk kita selalu mengingatnya.

Di moment bulan puasa ini, adalah bulan penuh berkah, bulan dimana semua amal ibadah kita akan dilipat gandakan, mari perbanyak amal kebaikan, terus bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menjumpai bulan Ramadhan ini, sehingga kita masih bisa terus berkarya dan berkumpul dengan keluarga. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post