Mengintip Destinasi Minat Khusus Lembah Ngingrong

32 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Destinasi minat khusus Lembah Ngingrong yang terletak di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari mulai ramai di dunia pariwisata.

Sejumlah paket wisata mulai dari susur gua horizontal, menjelajahi telaga bawah tanah hingga sensasi menjajal flyingfox tersaji di tempat ini.

Lembah Ngingrong sendiri merupakan satu dari 16 geosite Gunungsewu Geopark Network di Gunungkidul.

Ketua Pokdarwis Desa Mulo, Suwarno mengatakan Pemerintah Desa Mulo bersama masyarakat pada 2016 silam menjadikan Lembah Ngingrong menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Desa Wisata Mulo.

“Sebenarnya kami mula buka sejak 2012, tapi baru 2015 mulai dikenal wisatawan karena ada flyingfox dan sejumlah wisata minat khusus lainnya,” kata Suwarno kepada wartawan, Jumat (3/8/2018).

Adapun flyingfox di atas lembah Ngingrong sepanjang 135 meter dengan ketinggian 78 sampai 80 meter. Di tempat tersebut juga disediakan holling bagi wisatawan yang ingin turun dengan menggunakan tali sampai didasar lembah dan susur goa.

Gua yang ada di Lembah Ngingrong ini memiliki keunikan tersendiri. Selain terdapat tiga step juga di dalam goa terdapat sungai bawah tanah yang airnya cukup jernih.

Suwarno mengatakan berbagai fasilitas yang ada ini juga dibarengi dengan pemandu profesional dan telah bersertifikasi.

“Pemandu kami sudah sesuai standar begitupun peralatannya,” kata dia.

Adapun untuk menikmati sejumlah paket wisata yang disediakan pengelola, Suwarno mengatakan untik Paket paket susur gua horizontal sebesar Rp200 ribu untuk empat orang. Sementara untuk paket susur gua telaga bawah tanah sebesar Rp 1.5 juta untuk tiga orang.

“Yang paket susur telaga juga termasuk dengan paket flyngfox, makan minum, antar jemput atv. Kalau dirinci per orang sekitar Rp500 ribu,” ungkapnya.

Namun bagi wisatawan yang hanya ingin menjajal flying fox dan antar jemput menggunakan atv hanya dipatok Rp 45 ribu per orang.

Selain destinasi wisata minat khusus, Lembah Ngingrong juga makin lengkap dengan adanya pasar wisata kuliner yang diresmikan sejak Januari 2018.

“Pasar yang menghadirkan sajian kuliner khas desa ini buka setiap Sabtu dan Minggu,” tuturnya.

Adanya Gua Ngingrong ditambah pasar wisata kuliner ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar agar perekonomiannya meningkat.

Berbagai jenis makanan tradisional yang sementara waktu sudah hampir terlupakan dapat ditemui di sini seperti botok, sambel tawon, makanan dari ketela, pecel, nasi gudeg, gudangan, nasi thiwul dan gathot. (Bayu)

Related Post