Mengungkap Sejarah Kopilimo Jadi Daya Tarik Wisatawan

169 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Kabupaten Gunungkidul dikenal dengan daerah wisata alam yang mampu menggaet jutaan pengunjung.

Seiring dengan perkembangan pariwisata dibumi Handayani, model warung kopi dengan konsep kafe mulai digagas oleh para penggiat pariwisata.

Kopi tak hanya jadi penghalau rasa kantuk dan teman memulai rutinitas. Lebih dari itu, kopi mengandung nilai sejarah, perjalanan, makna yang lebih mendalam, dan kedekatan personal juga dirasakan setiap penikmatnya.

Belakangan, tren ngopi dengan kombinasi beragam flavor pun tersedia. Fenomena ini berjalan beriringan dengan merajalelanya kedai kopi kekinian di kalangan generasi milenial.

Namun jauh sebelum itu, kopi telah berkelana dan hadir sebagai satu komoditi unggul termasuk di Indonesia. Kopi Nusantara menyajikan taste original yang kenikmatannya tak dapat dielakkan, satu di antara yang ternama adalah kopilimo.

Kopilimo cafe&homestay yang berada di Jalan Patuk Ngoro-oro, Sumber Tetes, Kecamatan Patuk menyuguhkan beragam rasa dan varian kopi yang khas.

Racikan secara tradisional dari lima macam rempah menjadikan alasan utama mengapa dinamakan kopilimo.

Dari kreatifitas racikan tangan Fia Marcelia kopilimo berbeda dengan kopi-kopi yang ada dibumi nusantara.

Beberapa tahun lalu saya ingin belajar tentang kopi. Kopilimo berasal dari bumi nusantara ada kopi dari Pulau Bali, kopi Jawa Tengah, Temanggung, yang kombinasikan dengan robusta dan arabika.

“Memang kopi buatan saya ini berbeda dengan yang lain. Karena kopilimo ini mengandung lima jenis kopi dan rempah yang saya racik secara tradisional,” ujar Fia saat ditemui Gunungkidulpost.com beberapa waktu yang lalu.

Bahkan conon kabarnya robusta dan arabika apabila diramu dan diracik tidak akan menjadi satu padu. Namun ditangan Fia justru membuatnya penasaran ingin mencobanya untuk memadukan dan menyatukan dua rempah tersebut.

“Justru itu saya penasaran untuk mencoba saya campur dan racik menjadi satu dan ditambah dengan unsur jahenya. Eh ternyata rasanya mantap juga, jadilah kopilimo yang saya buat ini dan saya tambahkan jahe untuk menambah cita rasa semriwing guna memantapkan kombinasi ciri chas Kopilimo,” ucap Fia.

Agar unsur semua hasil bumi nusantara ini kembali kealam, Kopilimo disajikan menggunakan secangkir yang terbuat dari tanah liat.

Untuk menambah kelengkapan, Kopilimo memiliki pasangan cemilan yang memiliki ciri khas kearifan lokal yakni tela krispy.
Menurut Fia, dipilihnya ‘tela krispy’ asli Gunungkidul sebagai pasangan Kopilimo lantaran memiliki kualitas kandungan tela yang renyah.

“Tela asli Gunungkidul lebih renyah dan gurih sangat pas untuk menemani hidangan saat mencicipi Kopilimo,” tutup Fia. (red)

Related Post