Menteri Pariwisata Janji Segarkan Gunungkidul

37 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo mendatangi dialog nasional yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Siyono, Playen, Selasa (31/7/2018).

Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya meminta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera membuat proposal bantuan perbaikan kawasan pantai.

“Silahkan rekan-rekan Pemkab Gunungkidul segera membuat proposal simple saja, dalam waktu dekat ini segera dikirim ya,” ujar Arief usai dialog nasional di Gedung Serbaguna Siyono, Playen, Selasa (31/7).

Penyegeraan proposal ini bertujuan agar penataan kawasan pantai bisa dilakukan dalam waktu dekat. Dirinya khawatir jika tidak segera ada tindakan maka kerusakan di pesisir pantai Gunungkidul semakin parah.

“Apalagi dengan masih maraknya bangunan di pantai, harusnya itu tidak ada, jadikanlah pantai itu sebagai beranda depan rumah kita,” kata dia.

Hadirnya Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dalam dialog nasional dua menteri yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Siyono, Kecamatan Playen (31/7/2018) menjadi harapan besar bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang kini tengah dihadapi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan hadirnya Menteri Pariwisata diharapkan mampu memberi saran ihwal wisata Gunungkidul. Khususnya terkait dengan rencana penataan pantai yang kini tengah dikebut pemkab.

“Jelas tentu hadirnya Menteri Pariwisata sangat diharapkan untuk memberi jalan keluar untuk masalah penataan pantai ini, solusi dari beliau sangat kami harapkan,” ucapnya.

Seperti diketahui belum lama ini sepanjang pesisir pantai Gunungkidul porak poranda akibat diterjang ombak besar pada Rabu (19/7) dan Rabu (25/7) lalu. Akibatnya ratusan bangunan hancur dan perkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Dikatakan Asti rencana penataan pantai telah digaungkan beberapa tahun sebelumnya. Namun hingga hari ini realisasinya belum terwujud. Adapun untuk pantai yang diproyeksikan akan ditata dalam waktu dekat ini adalah Pantai Baron pada 2020 nanti.

“Disusul Pantai Kukup tahun berikutnya,” ucap Asti.

Kendala dana diakuinya menjadi batu penghalang penyegeraan proses penataan pantai. Selain itu polemik pembebasan lahan untuk relokasi pedagang di sepanjang sempadan pantai juga menjadi masalah.

Atas hal itu Asti berharap pemerintah pusat melalui Menteri Pariwisata ini mampu memberi solusi konkrit sehingga permasalahan ini dapat segera teratasi.

Selain itu dia juga berharap pemerintah pusat melalui kementrian pariwisata ini mampu memberi perhatian lebih terkait perkembangan Geopark Gunungsewu. Pasalnya dia menilai perhatian perhatian pemerintah pusat masih kurang.

Asti ingin pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan perkembangan cagar alam yang kini telah masuk anggota Geopark UNESCO tersebut. Pasalnya saat ini pengelolaanya masih sepenuhnya dari masyarakat sekitar.

“Sehingga perlu adanya bantuan pemerintah pusat agar geopark ini bisa berkembang lebih baik, pasalnya jika nanti pada 2019 waktu evaluasi empat tahunan tidak ada perkembangan, takutnya kita dapat rapor merah dan terancam keluar,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post