Merasa Dipermainkan Tengkulak, Petani Bawang Merugi

23 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Permainkan harga bawang merah yang dilakukan para tengkulak, membuat para petani bawang merugi.

Hal ini diungkapkan salah satu petani bawang merah, Warso Suwito di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Jumat (10/8).

“Tengkulak membeli bawang merah dengan harga seenaknya saja, karena mereka tau kalau kita terlalu lama menyimpan, bawang akan rusak. Mereka sengaja mencari dimana ada panen raya,” kata Suwito di sela-sela acara panen raya.

Dikatakan Suwito, beruntung saat panen raya di daerahnya saat ini, harga bawang merah sudah dalam keadaan normal sehingga petani tidak terlalu merugi.

“Saat ini standard harga perkilonya 20-25 ribu rupiah, kalau dipermainkan tengkulak bisa hanya 2 sampai 3 ribu rupiah perkilonya, harapannya ada kontrol dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu bupati Gunungkidul, Badingah menganjurkan, agar para petani tidak menjual bawang merah ketengkulak tetapi langsung menjual ke pasar-pasar disekitar Wonosari.

“Para petani lebih baik survey harga di pasar-pasar terlebih dahulu, jika harga terlalu rendah jangan dijual terlebih dahulu,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Gunungkidul,Bambang Wisnubroto mengatakan, panen raya kali ini merupakan program pemerintah daerah yakni Upaya Khusus Bawang Merah dan Cabai (Upsus Babe).

“Dari tahun 2017 program Upsus Babe Gunungkidul mendapatkan alokasi sebanyak 60 ha untuk cabai dan 55 ha untuk bawang merah, sedangkan tahun ini proposal yang masuk dari kelompok tani yang masuk 125 untuk cabai, dan 118 untuk bawang merah,” urainya. (Santi)

Related Post