Minimnya Regenerasi, Profesi Petani Mulai Terancam

47 views

Gunungkidulpost.com – Ponjong – Diduga lantaran prefesi petani tidak menjanjikan, minat generasi muda untuk menjadi petani masih minim.

Hal ini diperparah dengan minimnya petani yang memiliki lahan sendiri, atau biasa disebut petani penggarap.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Suhantoro mengatakan, ada 700 petani yang bergabung sebagai petani usia tua. Adapun rentang usia berada di kisaran 30-75 tahun.

“Sebenarnya ada juga yang berusia 25 tahun, tapi itu sangat sedikit. Didominasi petani yang berusia diatas 50 tahun,” kata Suhantoro kepada watawan, Minggu (29/7/2018).

Diungkapkannya muda mudi di Desa Genjahan lebih memilih untuk bekerja menjadi pegawai. Sebagian merantau ke luar kota bahkan luar negeri. Menurut Suhantoro kesempatan untuk meraih pundi-pundi rupiah dari bertani saat ini sangat minim.

“Ya bagaimana mana lagi, sekarang mau jual beras saja susah, sementara untuk ongkos pemeliharaan dan membayar pekerja itu juga besar, jadinya enggak sebanding,” ungkap Suhantoro.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan sejumlah upaya untuk menumbuhkan minat petani muda terus dilakukan. Salah satunya dengan meminta petugas penyuluh tani untuk membina tiga hingga empat pemuda tani yang ada dimasing-masing desa.

“Yang kedua kami memberi bantuan kepada kelompok pemuda untuk usaha tani khususnya bidang hortikultura,” jelas Bambang. (G1)

Related Post