Miris, Fasilitas Di LPKA Masih Minim

image

Kondisi LPKA Wonosari Yang Minim Akan Fasilitas Pendidikan. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Puluhan tahanan anak yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Wonosari menggunakan fasilitas belajar seadanya. Hal itu lantaran minimnya fasilitas pendidikan.

Kepala LPKA Rutan Klas II B Wonosari, Sri Lestari mengatakan setelah diresmikan pada 2015 lalu, fasilitas di dalam LPKA masih minim. Terutama fasilitas seperti alat tulis dan buku pelajaran.

“Fasilitasnya sangat minim, bahkan warga binaan yang masih tercatat sebagai pelajar hanya menggunakan buku seadanya untuk belajar tiap harinya,” ujarnya saat ditemui Gunungkidulpost.com, Selasa (2/5) kemarin.

Menurut dia, aat ini LPKA menampung 30 anak yang semuanya membutuhkan fasilitas belajar. Fasilitas kelas seperti meja dan kursi juga masih kekurangan.

Untuk itu, Sri berharap kepada Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) untuk segera menyediakan fasillitas pendidikan yang memadai.

“Harapan kami Kemenkumham segera memperhatikan nasib puluhan parga binaan supaya menikmati fasilitas pendidikan yang memadai di dalam lapas,” paparnya.

Selain itu, kini pihaknya sedang berusaha untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk dapat membantu memfasilitasi sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami usahakan untuk bertemu Bupati, siapa tahu  bisa memfasilitasi berupa  meja atau kursi yang saat ini masih sangat kurang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimkesmas Anak LPKA Rutan Klas II B Wonosari, Setiyawan Nugroho Endiyanto mengakui minimnya fasilitas pendidikan di LPKA.
Menurut Setiyawan anak binaan di dalam LPKA seluruhnya masih sekolah, namun sulit menemukan buku sekolah di LPKA lantaran minimnya ketersediaan.

Selain masalah ketersediaan buku, selama ini aktivitas belajar pun masih belum konsisten. Pasalnya sejak beberapa waktu lalu, aktifitas sekolah terpaksa tidak dijalankan karena guru sering tidak datang.

“Pengajar belum konsisten. Jadwal belajar yang harusnya setiap Senin dan Kamis belum maksimal, kadang datang kadang tidak,” bebernya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post