Miris….KUD Di Gunungkidul Semakin Runtuh

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Seiring dengan waktu, Koperasi Unit Desa (KUD) yang ada di Gunungkidul semakin berkurang. Hal itu dipengaruhi dengan adanya faktor pertumbuhan toko modern yang merambah ke masyarakat pedesaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gunungkidul, Widagdo, mengakui jika jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) yang ada di Gunungkidul semakin berkurang. Dahulu, hampir setiap desa yang ada di Gunungkidul memiliki Koperasi Unit Desa (KUD), jumlahnya mencapai puluhan tersebar di setiap kecamatan.
Namun KUD mulai runtuh satu per satu.

“Saat ini hanya terdapat tujuh KUD yang tersisa dan masih bertahan,” ujarnya kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (11/10/2017).

Dia mengatakan, dahulu KUD sempat berjaya, pada tahun 1974 sejak dibentuk oleh pemerintah. Bidang usahanya pun bermacam-macam, mulai dari listrik, air, simpan pinjam dan kebutuhan pokok.
Namun, seiring waktu banyak toko-toko modern bermunculan, jasa penyedia listrik, air,semua telah tersedia secara praktis melalui waralaba modern.
KUD menjadi terisisihkan dan runtuh satu per satu.

“Hal itu menjadi salah satu faktor mengapa KUD terus semakin berkurang sampai sekarang. Masyarakat beralih ke toko-toko yang lebih modern,” ujar Widagdo.

Kendati demikian, posisi KUD sampai saat ini masih dinilai penting. Untuk sebagian masyarakat, koperasi tingkat desa ini masih menyediakan kebutuhan masyarakat secara terjangkau.

“Kami masih menyediakan kebutuhan masyarakat. Harapan kami kedepan semoga selalau bertahan dan dapat diterima oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post