Miris, Wisatawan Jadi Tumbal Kebrutalan Sporter

image

Heru (20) Salah Seorang Wisatawan Asal Banjarsari, Solo Nyaris Jadi Korban Kerbutalan Kelompok Sporter. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Aksi Swiping plat AD yang dilakukan oleh kelompok sporter PSIM Jogja di berbagai ruas jalan, berimbas pada wisatawan yang mengisi masa liburan di kawasan wisata di Gunungkidul, Minggu (7/5/2017).

Sejumlah wisatawan yang tak mengetahui apa-apa menjadi sasaran  oleh kelompok brutal yang melakukan aksi swiping terhadap plat AD tersebut.

Hal itu seperti yang dialami oleh Heru (20) warga Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ini merupakan wisatawan yang mengisi masa liburannya di Pantai Poktunggal, Tepus, Gunungkidul.

Saat itu Heru bersama kelima temannya dihadang oleh sekelompok  tak dikenal. Dia bersama dengan temannya hendak pulang ke Solo diancam akan dianiaya lantaran mengendarai kendaraan bermotor dengan nomor polisi plat AD.

“Saya dicegat, dimaki-maki disuruh berhenti padahal saya tidak tau apa-apa dan saya bukanlah seporter Pasopati Solo. Tetapi kelompo itu tetap saja tak peduli hingga akhirnya mengancam dan akan mecoba menghentikan kami,” ucapnya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (8/5) dini hari.

Beruntung saat kejadian sekitar Pukul 18.00 WIB tersebut berdekatan tak jauh dengan kantor Mapolsek. Sehingga kami bersama dengan rombongan memutuskan untuk berlindung masuk ke salah satu Mapolsek di Gunungkidul.

“Saya lupa Mapolsek mana, tetapi yang jelas kami langsung masuk dan berlindung disitu untuk menghindari amukan masa,” bebernya.

Heru menuturkan, dirinya langsung berhasil diamankan petugas kepolisian. Oleh petugas, Heru diarahkan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Solo.

Tetapi setelah memasuki ruas jalan di seputaran kota Wonosari, kondisi semakin mencekam pasca insiden di Siyono, Playen. Dimana kendaraan plat AD menjadi sasaran empuk aksi kebrutalan kelompok sporter.

“Kami akhirnya memutuskan untuk segera menyelamatkan diri di Mapolres Gunungkidul guna menghindari sweping kendaraan Solo tersebut,” tuturnya.

Hingga Senin Pukul 00.30 WIB, setelah semuanya telah dinyatakan kondusif oleh petugas kepolisian. Akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke Solo melewati jalur Timur yakni Kecamatan Semin.

“Setelah menunggu sekitar hampir 5 jam baru kondusif, oleh petugas kami disilahkan untuk kembali pulang ke Solo melewati jalur Kecamatan Semin,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post