Misteri Dibalik Kasus Eks Anggota DPRD Gunungkidul

768 views



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Satu per satu kerabat mulai bersuara tentang proses hukum yang menimpa para terpidana mantan anggota DPRD Gunungkidul 1999-2004 pada Selasa (17/1/2017) lalu.

Mereka tidak hanya menyoroti tentang masalah ketidakadilan berkaitan dengan proses hukum yang dinilai masih tebang pilih. Namun ada sejumlah isu yang mengabarkan bahwa para terpidana menyerahkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk mempermudah proses hukum yang dijalani. “Saya dengar uang yang diberikan mencapai Rp300 juta,” kata salah seorang kerabat terpidana, Agus Sujatmo kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (20/1/2017).


Dia mengaku, uang tersebut diberikan salah satu oknum yang mengaku kenal dengan orang yang bekerja di Mahkama Agung. Pemberian uang ini dengan harapan agar kasasi yang diajukan para terdakwa bisa dikabulkan. “Janji yang diberikan hanya angin surga, karena para tedakwa tetap masuk ke penjara,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu kerabat ex anggota dewan lainnya, Aminudin Azis mengatakan, saat kasus ini masih bergulir ada tawaran-tawaran dari oknum yang meminta sejumlah uang. Tujuannya untuk mempermudah proses hukum yang dijalani mantan anggota DPRD ini. “Sempat dengar dengan pernyataan itu, tapi untuk responnya tergantung masing-masing keluarga,” ucapnya.


Menurutnya, untuk mencari keadilan tersebut, pihak keluarga sudah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya akan mengirimkan surat ke presiden, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Komisi Kejaksaan. Surat ini dibuat dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan terhadap hilangnya berkas milik terdakwa yang lain. “Kami segera akan mengirimkan surat untuk segera mengungkap oknum ini,” paparnya.


Sambung Azis, para terpidana yang saat ini berada di Lapas Wirogunan sudah mengembalikan uang yang dianggap merugikan keuangan negara. Sedang di sisi lain, ada mantan anggota yang tidak mengembalikan, namun hingga saat ini status hukumnya belum ada kejelasan dan bebas berkeliaran. “Saya kira ini sangat penting karena ada ketidakberesan dalam proses hukum yang dijalani. Sebab antara satu terdakwa dengan terdakwa lain tidak sama,” pungkas Aziz. (Heri)

Related Post