MUI Minta Fasilitas Ibadah Untuk Wisatawan Dipermudah

image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Selama Libur Lebaran 2017, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gunungkidul meminta penjaga rumah ibadah memberikan akses bagi para wisatawan untuk beribadah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gunungkidul, Sukamto mengatakan, dirinya menghimbau kepada takmir masjid di sepanjang jalur wisata untuk memberikan akses yang mudah bagi para wisatawan untuk beribadah saat momentum libur labaran.

“Intinya, selama libur lebaran jangan sampai gerbang masjid ditutup. Supaya  pengguna jalan (wisatawan) bisa beribadah sekaligus istirahat,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (30/6/2017).

Menurutnya dengan selalu dibukanya masjid, para wisatawan yang terjebak macet dapat singgah di masjid untuk beribadah. Sehingga kewajiban untuk beribadah tidak terganggu dengan aktivitas liburan.

“Mari kita tunjukkan bahwa fasilitas untuk beribadah bagi para pemudik dan wisatawan tidak tersendat. Sehingga waktu ibadah mereka tidak terganggu,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan rumah ibadah seperti masjid dapat menjadi tempat ibadah sekaligus istirahat. Pasalnya rest area di Gunungkidul masih minim.

Dia mengatkan satu-satunya rest area hanya ada di Bunder, Patuk. Tentu kondisi demikian tidak sebanding dengan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan.

“Oleh sebab itu, kami akan memaksimalkan masjid untuk dijadikan rest area. Setelah beribadah, wisatawan bisa sekaligus beristirahat,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post