Murid SD Sisihkan Uang Saku Demi Honorer

45 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Sejumlah siswa di SD Mentel 1 Pakel, Desa Hargosari, Tanjungsari menggelar aksi menyisihkan uang jajan mereka.

Uang jajan tersebut ia kumpulkan untuk meringankan beban para Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) lantaran rendahnya upah yang diterima disetiap bulannya.

Kepala SD Mentel 1 Kamijan mengatakan, aksi mengumpulkan koin tersebut sudah berlangsung sejak Maret 2018. Diinisiasi oleh komite sekolah, kegiatan menggalang dana itu sekaligus untuk menanamkan rasa empati kepada anak didik.

“Sekolah menyediakan semacam kotak infak, setiap satu bulan sekali dibuka. Uang yang terkumpul dikelola komites sekolah dan diberikan kepada GTT maupun PTT,” kata Kamijan saat dihubungi wartawan, Kamis (13/9/2018).

Kamijan manjelaskan, aksi pengumpulan coin tersebut tidak hanya dilakukan oleh murid disekolahnya namun juga pihak lain. Bahkan persatuan wali murid tidak mau ketinggalan dan menggali sumber dana lain misalnya, forum alumni, dan pengusaha.

“Dari laporan yang kami terima, setiap satu bulan rata-rata terkumpul uang Rp 1 juta. Sekali lagi ini sifatnya sukarela, tidak ada paksaan,” ujarnya.

Uang iti dibagikan kepada delapan GTT maupun PTT di sekolah untuk menambah honorarium. Seperti diketahui, selama ini hanya menerima upah dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yakni, sebesar Rp 200 ribu per bulan.

“Honor GTT dan PTT jauh lebih rendah dari upah buruh tani. Sehingga kepedulian inilah menjadi sangat membantu kalangan honorer,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengapresiasi langkah dari komite sekolah terkait dengan program penggalangan dana untuk GTT dan PTT. Pihaknya meminta agar dana yang terkumpul dikelola sebaik mungkin.

“Kami sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh semua pihak terkait kepedulian terhadap kesejahteraan honorer. Namun semuanya harus dikelola dengan baik dengan cara transparan dan bijak. Dan kami harap dapat lebih bermanfaat bagi kalangan honorer,” papar Bahron.

Sebelumnya Pemkab dalam kebijakan umum aggaran dan priorotas anggaran sementara (KUA-PPAD) upah GTT 2019 mengusulkan anggaran sebesar Rp 600 ribu per bulan. Namun angka tersebut fleksibel karena November nanti masuk dalam pembahasan APBD murni. (Bayu)

Related Post