Murid SMP Berjibaku Naik Perahu Demi Ikuti UNBK

60 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Sejumlah siswa SMP yang akan menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berasal dari Jelok, Beji, Patuk terpaksa menggunakan perahu untuk menyebrang sungai Oyo sekitar 50 meter.

Hal itu harus terjadi lantaran dampak bencana badai Cempaka pada akhir November 2017 yang masih dirasakan hingga sekarang.

Salah seorang siswi SMP N 3 kelas 9 yang menggunakan perahu penyebrangan untuk melaksanakan UNBK 2018, Tria Rahma Utami mengatakan hal tersebut cukup merepotkan baginya. bahkan dirinya harus berjibaku dengan waktu demi mengikuti UNBK ini.

“Mau gimana lagi memnag kondisinya begini dan cukup menghambat juga,” ujarnya, Senin (23/4/2018).

Dia hanya bisa berharap, jembatan yang rusak tersebut dapat segera dibenahi, karena jembatan yang merupakan akses utama masyarakat itu terpaksa harus diganti dengan perahu yang ditarik seseorang untuk menyebrang sungai, jika harus memutar menggunakan kendaraan bermotor, para siswa terpaksa harus memutar hingga lebih dari 20 kilometer.

“Daripada harus memutar lebih dari 20 km, mending kami bertahan melewati sungai ini dengan perahu,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang siswi lainnya, Anis Puspita juga merasakan hal yang sama. Dia merasa memerlukan waktu yang lebih lama jika menggunakan perahu.

“Cukup menghambat perjalanan juga, membuang waktu semoga cepat dibenahi jembatannya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP N 3 Patuk, Wiwik Sustiwi Riani, mengaku mengapresiasi perjuangan para siswanya yang harus menyebrang menggunakan perahu untuk pergi ke sekolah.

Pihaknya selalu memotivasi anak dan sesekali melakukan kunjungan kerumah. Setidaknya ada sekitar 15 anak dari SMP N 3 Patuk yang setiap harinya harus menyebrangi sunagi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan siswa kami, yang berasal dari Jelok itu. Perjuangannya luar biasa untuk menuntut ilmu hingga harus bertaruh nyawa mereka,” ujar Wiwik. (Bayu Prihartanto)

Related Post