Nasib Luqman Nurhidayat Penderita Liver Kronis Butuh Uluran Tangan

image

Luqman Nurhidayat Saat Tengah Digendong Ibunya. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Nasib malang dialami oleh pasangan Tumiyo (43) dan Sri Daryani (35) warga Dusun Ngalihan, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul. Pasalnya buah hati mereka yakni Luqman Nurhidayat (4) menderita penyakit kelainan hati atau sirosis hepatis yang merupakan penyakit liver kronis.

Tak seperti anak seusianya yang bebas bermain dan berlari kesana kemari, Luqman hanya terbaring ditempat tidurnya sambil memainkan beberapa batang miliknya.

Untuk duduk saja hanya bisa bertahan kurang lebih 10 menit. Sisanya harus tidur dalam posisi miring.

“Perkembangan anak saya tidak seperti anak lainnya, kemungkinan karena penyakit hati bawaan sejak lahir,” kata Sri saat ditemui Gunungkidulpost.com Rabu (17/5/2017).

Selain memiliki kelainan hati, saat dilahirkan 18 Januari 2013 lalu, dia menderita kelainan jantung. Namun di usia 2 tahun, kondisi jantung Luqman membaik, sehingga tidak perlu operasi.  Dan saat ini fokus penyembuhan hatinya.

“Awalnya untuk kontrol 2 minggu sekali, sekarang sudah sebulan sekali di (RSIP dr) Sardjito. Selain itu setiap Senin dan Kamis harus disuntik vitamin,” ungkapnya.

Biaya Operasi Pencangkokan Hati ditafsir mencapai Rp 1,5 Milyar. Dan saat inipun pihak keluarga belum mendapatkan solusi secara pasti.
Dari informasi dokter yang merawat akan dioperasi tahun ini, namun belum jelas kapan akan dilaksanakan.

“Beberapa waktu lalu hati saya dan Luqman sudah dioperasi untuk mencocokan, dan ternyata bisa sebagai pengganti hatinya,” paparnya.

Dia berharap ada donatur yang mau membantu meringankan beban, paling tidak untuk biaya operasi anaknya. Sehingga dapat pulih kembali seperti anak yang lainnya.

“Untuk biaya belum tahu, apakah akan patungan atau ada biaya lain pasrah saja, yang penting anak kami bisa sembuh,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post