Nunggak Bayar Sekolah, Ijazah Anak Masih Tertahan

40 views

Gunungkidulpost.com – Nglipar – Widodo Mulyo dan Supartilah warga dusun Kaligede, Desa Pilnagrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul harus menerima pil pahit.

Pasalnya 2 ijazah milik putri pertamanya Arsinta Diah Putriana dan putra keduanya Anang Riski Ahmadji masih ditahan oleh pihak sekolah karena masih memiliki sejumlah tunggakan. Akhirnya kedua anak tersebut hingga saat ini kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Supartilah menceritakan, pihaknya masih memiliki beberapa tunggakan yang harus dilunasi kepada pihak sekolah.

“Untuk anak pertama saya Arsinta Diah Purtiana masih memiliki tunggakan sembilan ratus ribu rupiah sedangkan anak kedua saya Anang Riski Ahmaji masih memiliki tunggakan sebesar dua juta rupiah,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (18/10), siang.

Supartilah menjelaskan , pihaknya memang tidak bisa melunasi tunggakan yang ada karena perekonomian keluarga yang pas – pas an, terlebih mereka miliki 8 orang anak yang harus dicukupi kehidupannya setiap hari.

“Suami saya saat ini bekerja serabutan di salah satu rumah sakit di Yogyakarta,” jelasnya.

Dengan pekerjaan suami saya yang pas – pas an , Supartilah mengaaku kesulitan untuk dapat melunasi biaya tunggakan yang ada.

“Dulu Arsinta pernah keterima pekerjaan di luar Yogyakarta, namun saat itu gajinya digunakan untuk keperluan sehari – hari keluarga sehingga tidak bisa untuk mengangsur tunggakan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Anang Riski Ahmaji menjelaskan dengan tidak adanya ijazah SMK ditangannya , pihaknya sempat dua kali ditolak bekerja saat melamar pekerjaan karena hanya memiliki ijazah SMP saja.

“Ya mau bagaimana lagi saya cuma pasrah mas,” terangnya.

Saat ini, Anang Riski lebih memilih untuk bekerja secara serabutan membantu orang tuanya dirumah.

“Harapan saya ijazah saya bisa segera saya ambil agar saya dapat melamar pekerjaan,” harapnya.

Dihubungi secara terpisah, pihak SMK N 1 Nglipar Gunungkidul membantah adanya penahan ijazah yang ada, semua itu terjadi akibat kesalah pahaman orang tua wali dengan pihak sekolah.

“Ini masalah komunikasi saja yang kurang baik,” kata waka humas SMK N 1 Nglipar Nuriyah Subandini.

Nuriyah menerangkan, kejadian tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman sosialisasi dari pihak sekolah kepada orang tua murid, dimana orang tua wali murid bisa mengambil ijazah mereka hanya dengan niat ingin melunasi biaya tunggakan yang ada.

“Karena sebelumnya yang tahun 2012 juga ada yang baru ambil,” ungkapnya.

Pihaknya menghimbau kepada orang tua wali murid agar datang kesekolah dan mengambil ijazah tanpa perlu takut akan dikenakan kewajiban melunasi tunggakan yang ada.

“Kita terbuka, kalau ada yang mau ambil silakan yang penting ada niat baik,” tutupnya. (Maya)

Related Post