Oknum Guru Diduga Cabuli Siswi SMP, Begini Pengakuan Kepala Sekolah

36 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – War (58) salah seorang guru SMP di Kabupaten Gunungkidul ini dilaporkan polisi atas dugaan kasus pencabulan. Ironinya , dugaan pencabulan ini dilakukan kepada anggota OSIS yang tengah membantu pihak sekolah mempersiapkan akreditasi.

Kepala SMP swasta di Wonosari tersebut, Abdulah Samidi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan pertama kali justru dari orang tua korban.

“Saat itu kita langsung melakukan mediasi agar menyelesaikan kasus tersebut,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis(11/10/18) kemarin.

Abdulah Samidi mengatakan , usai dilakukannya mediasi tersebut orang tua dari terduga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kabupaten Gunungkidul.

“Sudah ditangani dan sayapun sudah dimintai keterangan, tapi kalau detailnya seperti apa saya sendiri tidak mengetahui karena saya saat kejadian tidak ada di lokasi,” jelasnya.

Kepala sekolah sendiri mengakui, oknum guru olah raga War sendiri merupakan guru PNS disalah satu MTS di Gunungkidul, saat itu dirinya meminta kepada yang bersangkutan karena disekolah tersebut kekurangan guru olahraga.

“Sehingga disini belum ada surat keputusan pengangkatan ,yang ada hanya dari lisan dan War bersedia mengajar dengan tidak dibayar ,” tuturnya.

Abdulah sendiri sempat tidak percaya atas kasus yang kini tengah ditangani tersebut, sebab selama ini dia dikenal sebagai guru yang baik dan tidak berbuat hal – hal yang aneh.

“Secara personal saya kenal dia baik makanya meminta dia mengajar disini,” ungkapnya.

Bahkan, War sendiri bersedia untuk mengeluarkan uang pribadinya untuk digunakan sebagai uang patungan yang berfungsi sebagai dana operasional kegiatan ditempat tersebut secara sukarela.

“Berhubung disini dana operasinalnya kurang maka kami membuka kesempatan bagi para donatur untuk bisa memberi sumbangan seikhlasnya dan War ini rutin memberi sumbangan,” ungkap Abdulah

Meski begitu, sejak kasus ini dilaporkan ke pihak polres Gunungkidul, War tidak pernah lagi mengajar di SMP tersebut.

“Pasca kejadian itu langsung tidak mengajar disini mas, karena memang disini juga tidak ada pengangkatan hanya menggunakan lisan, jadi untuk perginya juga tidak ribet,” terangnya.

Pihaknya mengaku untuk kondisi terduga korban sendiri tidak mengalami perubahan psikologis, bahkan berkumpul dengan teman – temannya seperti biasa setiap harinya.

“Tidak ada trauma berat, malah dia sudah main sama teman – temannya,” jelasnya.

Abdulah sendiri berharap agar kasus ini bisa segera terselesaikan agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan.

“Saya serahkan kasus ini ke pihak penyidik polres Gunungkidul ,” tutupnya. (Maya)

Related Post