Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pungli

241 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dugaan adanya pungutan liar pada proses pengurusan sertifikat tanah Prona muncul lagi dikalangan masyarakat. Kali ini datang dari Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Laporan adanya pungutan liar tersebut bermula dari Sumarto, (75), warga Dusun Selang IV, Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul yang mengeluhkan adanya pungutan dari salah satu oknum perangkat Desa Selang.

Saat itu dirinya ditarik uang sebesar Rp 3.940.000 saat mengurus sertifikat tanah melalui porgram Prona. Padahal semestinya program tersebut bebas biaya.

“Saya mengurus tanah saya, saat itu ditarik biaya sebesar Rp 3.940.000 oleh salah seorang perangkat desa,” ujar Sumarto, Selasa (13/2/2018) kemarin.

Sumarto pun kesulitan untuk membayar sejumlah uang lantaran penghasilannya sebagai petani dan berjualan barang bekas tak mampun untuk membiayai proses sertifikat itu.

Diapun terpaksa menjual tanah agar bisa ikut Prona.

Karyati, anaknya disuruh membayarkannya kepada perangkat desa setempat. Namun hingga kini sertfikat tanahnya pun tak kunjung jadi.

“Saya terpaksa menjual tanah satu bidang, untuk membayar uang tersebut, tapi sampai sekarang sertifikat juga belum jadi,” paparnya.

Dilanjutkannya, beberapa waktu yang lalu, tanah miliknya sudah diukur petugas Pertanahan bersama perangkat Desa Selang.

“Mereka mengatakan ini untuk Prona,” kata Sumarto.

Sumarto sendiri pun tidak tahu jika pogram prona ini seharusnya tak dipungut biaya.

Uang tersebut diminta sendiri untuk pengurusan sertifikat tanah.

“Saya tidak tahu kalau gratis, karena diminta membayar ya saya bayar,” pintanya. (Bayu)

Related Post