Paijo Jadi Jawara Kontes Dikontes Durian 2017

491 views

image

Gunungkidulpost.com – Patuk – Jenis durian lokal Patuk menjadi primadona diajang festival durian yang digelar di Gogor Park, Dusun Ngasem Ayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Minggu, (3/12/2017). Hal ini terbukti dengan dinobatkannya durian milik Paijo, warga Desa Ngandong, Patuk, menjadi juwara 1 kontes durian dengan skor tertinggi yakni 238. Rencananya durian unggulan di festival Durian 2017 yang digelar di Kecamatan Patuk ini bakal dikembangkan dan disertifikasi menjadi durian unggulan milik Kabupaten Gunungkidul.

Subarno, ketua Pokdarwis desa Salam sekaligus ketua panitia kegiatan mengatakan, festival durian yang digelar sejak Jum’at hingga Minggu (3/12/2017) merupakan tahun ketiga dan ini terlihat paling meriah.

“Durian milik Paijo berhasil menyisihkan 20 petani durian unggul lokal yang mengikuti lomba itu. Atas keberhasilanya Paijo berhak menerima uang pembinaan sebesar 2,5 juta, trophy dan juga sertifikat, ” jelas Subarno.

Sementara diunggulan kedua diraih Tumijan warga Trosari,  Patuk  dengan nama durian Kencana Rukmi, unggulan ketiga ditempati petani durian dari luar Gunungkidul yakni Nunung dari Banguntapan, Bantul dengan jenis durian Fasritas Montong. 

“Festival ini sebagai bentuk mensinergikan potensi lokal dan tempat pariwisata baru di Kecamatan Patuk yaitu taman bunga matahari, sehingga bisa mendongkrak Gunungkidul menjadi lebih dikenal dengan beragam keunikan jenis wisatanya ” ujarnya.

Adapun aspek penilaian untuk kontes durian mencakup berat dan bentuk buah, tingkat kecacatan fisik, tingkat kemasakan, kesegaran buah, ketebalan daging, rasa, warna daging, hingga kekerasan daging buahnya. 

Barno menambahkan, selain kontes durian, dalam festival kali ini juga dilakukan lelang durian. Adapun jenis durian yang berhasil dilelang dengan harga tertinggi yakni jenis durian lokal Patuk dengan harga lelang 125 ribu rupiah untuk satu buah saja. 

Pada kesempatan yang sama, Haryo Ambar Suwardi, Camat Patuk menyampaikan, durian unggulan pemenang itu rencananya akan dibudidayakan di beberapa wilayah di Gunungkidul dan memiliki sertifikasi hingga ke depan tidak dapat diklaim durian hasil daerah lain di luar Kabupaten Gunungkidul. 

“Pembudidayaan itu juga sekaligus untuk meningkatkan pendapatan para petani durian di Kabupaten Gunungkidul, dan kualitas hasil panen tidak kalah dengan durian daerah lain di luar Gunungkidul,” tutupnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post