Pak Dirjen Lepas Elang Brontok Di Tahura

355 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pelepasan liaran Elang Brontok 6 yang diberi nama Wira di Komplek Taman Hutan Raya, Desa Gading, Kecamatan Playen, Minggu (25/2/2018).

Hal itu dilakukan seiring populasi elang saat ini yang semakin menurun akibat banyak masyarakat yang memelihara secara ilegal.

“Kegiatan pelepas liaran ini dikarenakan elang berhak hidup di ekosistemnya. Di DIY banyak sekali padahal kota pendidikan. Saya himbau masyarakat tidak menggunakan senapan angin, dan tidak memelihara burung-burung yang dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno di Hutan Bunder, Minggu (25/2).

Menurut Wiratno, maraknya ribuan satwa liar diperjual belikan melalui jaringan internet membuat ia harus bersikap prihatin.

Dia mengatakan akan bekerjasama dengan Facebook Indonesia, untuk memblokir akun-akun yang dicurigai melakukan transaksi satwa dilindungi.

“Banyaknya satwa liar diperjual belikan selalui media sosial untuk itu kami akan menekan praktik perdagangan satwa ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Junita Parjanti, menyatakan pihaknya mengapresiasi kerjasama lintas lembaga konservasi yang ada di DIY dalam upaya konservasi satwa dilindungi.

“Ini adalah kali kedua Tim Gabungan Pelepasliaran Elang Yogyakarta bekerja bersama-sama, mulai dari cek medisnya, persiapan lapangannya termasuk survey habitat, pembangunan kandang dan lainnya untuk pelepasliaran ini,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, dalam pelepasliaran dan pesamasangan satellite tracking kali ini, Junita mengatakan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, yang mendapatkan tiga satellit tracking. Release di Yogyakarta ini adalah yang kedua di Indonesia setelah sebelumnya BKSDA Jawa Timur yang telah menggunakan terlebih dahulu.

“Nantinya data yang terkumpul dari satellite tracking yang dipasang pada Elang ini dapat bermanfaat untuk para akademisi, serta para penggerak dan pelaku konservasi, khususnya untuk satwa Elang,” tutup Junita. (Bayu)

Related Post