Pancaroba, Petani Cabai Nyaris Gulung Tikar

192 views
image

Foto: Istimewa

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Musim Pancaroba, sejumlah petani cabai di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari mengalami kerugian. Pasalnya tanaman cabai yang ia tanam membusuk dan jatuh mengering akibat terkena hujan yang menggurur sejak beberapa hari yang lalu.

Sehingga dengan kondisi tersebut harga cabai dikapalangan petani menurun.

Salah seorang Patani Cabai, Sugiyanti mengatakan akibat hujan turun yang terjadi pada beberapa hari yang lalu mengakibatkan tanaman cabai milik petani membusuk.
Bahkan tenaman yang siap panen tersebut kini kondisinya telah rontok.

“Panen kami menurun drastis, jika pada musim kemarau mampu menghasilkan cabai hingga 1,2 kwintal, namun kini hanya mendapatkan 70 kg,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (26/10/2017).

Selain menurun, kondisi cabai yang buruk mengakibatkan harga jual dipasaran ikut turun. Menurut dia, harga 1 kg hanya laku Rp 6.000. Padahal harga normal bisa mencapai Rp 950/kg.

“Harga jual pun juga ikut anjlok dan kondisi petani cabai semakin krisis,” paparnya.

Sugiyanti berharap, harga jual cabai tidak terus menerus merosot. Pasalnya jika terus menurun kondisi petani terancam gulung tikar lantaran tak memiliki modal.

“Harapan kami supaya harga cabai tidak terus-terusan menurun,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post