Pancasila Nyaris Hilang, Sekolah Selamatkan Sejarah Bangsa

image

Menyongsong Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Puluhan Murid Melihat Film Sejarah. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 menjadi tonggak lahirnya dasar negara Indonesia yakni Pancasila.

Namun lepas dari sejarah dan kontroversi siapakah perumus pertama, serta sederet kontroversi lainnya, Sampai sekarang lambang Garuda dengan lima silanya dipandang masih relevan dengan kemajemukan yang ada.

Masyarakat hapal 5 sila pancasila, namun sekarang tak sedikit anak-anak maupun pelajar yang kurang hapal sila dalam Pancasila.

“Ada yang hapal sila dalam pancasila adapula yanh lompat-lompat,” kata salah satu guru kelas 4 SD Wonosari IV, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Maryono saat memberikan pelajaran tentang lahirnya Pancasila, Rabu (31/5/2017).

Menurut dia, Masifnya siaran tv dan berbagai gadget merubah perilaku pelajar yang tak lagi memahami penting Pancasila. Untuk itu, setiap kali pelajaran dirinya mendorong anak didiknya belajar mengenai sejarah hingga lambang negara.

“Besuk 1 Juni diperingati hari lahirnya pancasila, untuk itu kami memutarkan film tentang sejarah lahirnya  Pancasila kepada anak didik kami,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang murid Anggraini Puspita Ningrum (9) mengaku dirinya sudah hafal sila Pancasila sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Ketika diajak untuk menghapal pun dia fasih, tak ada kendala.

“Dulu diajari bu Guru saat kelas satu,” ucap Anggi murid kelas 4 di SD Negeri Wonosari IV.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, dewasa ini dirinya prihatin dengan masyarakat yang hampir melupakan sejarah bangsa. Dengan adanya pembelajaran sejarah dan maupun memutarkan film tentang sejarah lahirnya Pancasila kepada anak-anak seperti yang dilakukan di SD Negeri Wonosari IV ia pun mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ini perlu dicontoh ketika perkembangan jaman dan sejarahpun seakan hampir tenggelam, guru harus bisa menyelamatkan bangsa dengan menambah pembelajaran tentang sejarah bangsa dan Pancasila. Selain itu perlu di ingat bangsa ini akan kehilangan obor anak cucu bangsa ini bisa lupa sejarah jika peran orang tua tidak gigih untuk mendidika anak-anaknya mengenal sejarah bangsa,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post