Pandai Besi Minim Modal, Permintaan Pelanggan Sulit Terpenuhi

355 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sentra pembuatan alat pertanian (pande besi) Di Dusun Kajar, Desa Karang Tengah memang tak diragukan lagi bagi para petani di Gunungkidul.

Pandai besi merupakan warisan kerajinan turun temurun sejak dahulu kala. Karena itu tidak heran, kalau pandai besi selalu ada dimana-mana sekalipun sekarang ini jumlahnya menipis, akibat tergilas zaman dengan teknologi canggih.

Pantauan Gunungkidulpost.com, Jumat (18/1/2019) sejumlah pengrajin pandai besi mengalami penurunan orderan meski telah memasuki musim pertanian.
Demikian di ungkapkan salah satu pengrajin pandai besi Supadi.

“Awal musim tanam biasanya ramai pesanan dan saat panen padi kebanyakan pesanan sabit lumayan meningkat,” katanya kepada wartawan.

Padahal jika prospek tersebut dikelola dengan baik dan profesional, bisa mendatangkan penghasilan yang menggiurkan. Namun sayang, perajin pandai besi ini kian hari kian hilang dan minimnya modal menjadi batu sandungan tersendiri.

“Mayoritas pembeli dan pemesan alat dari lokal Gunungkidul. Karena terkendala modal kecil jadi untuk orderan alat pertanian meningkat saya merasa kebingungan. Pesanan banyak saya bingung cari modalnya, padahal itu harus butuh modal diawal untuk beli bahan baku,” imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan perhatian terhadap nasib pandai besi seperti dirinya. Dengan maksud, agara pesanan para pelanggan dari berbagai wilayah bisa terpenuhi.

“Saya harap ada bantuan modal baik dari pemerintah ataupun dinas terkait guna pengembangan produksi pandai besi ini,” pungkasnya. (G2)

Related Post