Parah…H+1 Harga Gas Melon Tembus Rp 27 Ribu

image

Gunungkidulpost.com – Playen – Kelangkaan gas 3 kg di pasaran jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H hingga Lebaran H + 1 masih terjadi hampir diseluruh wilayah di Gunungkidul.

Sempat diberitakan pada saat menjelang Lebaran kemarin bahwa alasan langkanya gas 3 kg karena armada pemasok gas 3 kg yang terkendala macet sehingga akhirnya distribusi tersendat. Dengan demikian keberadaan gas 3 kg seolah menghilang dari pasaran.

Hanya ada tumpukan gas kosong di setiap warung- warung. Sementara masyarakat harus kesana kemari demi mendapatkan gas 3 kg ini. Namun demikian, kelangkaaan gas 3 kg di pasaran tidak seharusnya dijadikan para pedagang untuk menentukan harga seenaknya sendiri.

Sinta warga Dusun Banaran, Desa Playen, Kecamatan Playen mengaku kaget dan geram ketika harus membeli gas 3 kg seharga 27 ribu.

Sinta yang mengaku tinggal di Desa Banaran, harus rela mencari gas 3 kg sampai ke Desa Ngawu yang terbilang cukup jauh dari desa Banaran.

“Seumur- umur baru kali ini saya beli gas 3 kg dengan harga yang semahal ini, biasanya mentok saya beli dengan harga 21 ribu,”  jelasnya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (26/6/2017).

Hal serupa juga dirasakan salah satu konsumen Dwi, warga Banaran, Playen, juga mengaku kaget dengan harga yang yang tembus hampir 30 ribu ini. Bahkan Dwi mengaku juga membeli gas di warung milik Ngatiyem.

“Ini benar- benar luar biasa, mentang- mentang gas langka pedagang seenaknya saja menaikan harga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ngatiyem, seorang pedagang  warga Dusun Ngunut, Desa Ngunut, Kecamatan Playen dengan seenaknya saja membuat harga yang demikian mahalnya, jauh dari harga normal dengan alasan gas 3 kg dimana- mana langka.

Berdalih karena gas langka, masyarakat butuh, Ngatiyem tanpa pikir panjang langsung membuat harga sendiri dan itu akan membuatnya mendapat untung yang jauh lebih besar di hari biasanya.

“Gas gak ada mbak tinggal satu ini, kalau mau yo beli dengan harga 27 ribu, kalau tidak yo buat yang lain saja,” kata Ngatiyem.

Menurut dia, hal semacam ini tidak seharusnya dibiarkan, para pedangan dengan bebas membuat harga sendiri. Jelas itu merugikan masyarakat.

“Pemerintah seharusnya segera melakukan oprasi pasar untuk mengantisipasi para pedagang nakal yang tanpa rasa bersalah membuat harga seenaknya sendiri,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post