Pasca Bentrok, Warga Sisakan Trauma

image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Playen – Usai aksi swiping yang dilakukan oleh kelompok suporter sepakbola yang terjadi di Bunderan Siyono, Logandeng, Playen, Minggu (7/5/2017) malam menyisakan trauma warga sekitar kejadian. Bagaimana tidak, jelas dimata mereka saat para suporter membabi buta saling lempar batu,melawan polisi, hingga melukai siapa saja yang melintas menggunakan kendaraan plat AD bahkan dengan bringas mereka membakar salah satu sepeda motor yang terparkir di lokasi kejadian.

Indriyani salah satu warga Siyono menuturkan bahwa, sekejab Bunderan Siyono menjadi lautan manusia dengan kemarahan dan kepanikan masing- masing. Darah dimana-mana, sungguh membuat suasana menjadi mencekam. Ratusan polisi yang berjaga tidak membuat para suporter yang marah lantas menjadi takut. Bahkan ada  polisi yang terluka karena kebrutalan para suporter yang ngamuk.

“Saya sangat takut dan hanya bisa diam tanpa berani melakukan sesuatu, karena memang suasana sangat panas,”jelas Indriyani kepada Gunungkidulpost.com.

Menurut dia, dari pihak kepolisian memang melarang warga untuk tidak melintas dan masuk di lokasi kejadian tawuran. Hal itu dilakukan tentu untuk menghindari bertambahnya korban.

Hal senada juga diungkapkan oleh Purwanto yang juga warga Siyono, dirinya mengaku sangat kaget dengan kejadian ini.

“Suara sirine mobil polisi yang datang membuat saya kaget, di tambah dengan melihat kondisi lokasi sudah penuh dengan para suporter yang ngamuk,”tutur Purwanto.

Akibat kejadian ini, membuat banyak warga trauma, bahkan takut melintas di jalan Jogja- Wonosari. 

“Banyak warga sini ketakutan pasca insiden yang terjadi tadi. Bahkan banyak pula kendaraan yang melintas untuk berbalik arah lantaran menghindari tempat ini,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post