Pasca Penyergapan Tim Densus 88, Keluarga Terduga Teroris Masih Terpukul

image

Kondisi Rumah Orang Tua Terduga Teroris. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pasca penangkapan Sep, sejumlah kerabat yang sempat dibawa ke Polres Gunungkidul dan diinterogasi beberapa jam, kini kondisinya masih syok.

Istri Sep kondisi psikologisnya sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Hal itu seperti diungkapkan oleh Eko Budiharianto yang merupakan kakak kandung Sep terduga teroris.

“Kalau istrinya sekarang belum dapat berkomunikasi dengan lancar lantaran kondisinya masih syok,” kata Eko kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (7/6/2017).

Sementara itu, ketiga anak Sep juga mengalami hal serupa. Terlebih anak pertama Sep yang berusia enam tahun yang saat itu menyaksikan sang ayah digelandang oleh polisi dan juga dia sempat dibawa ke Polres untuk diinterogasi.

“Anak seusianya sudah bisa dengan jelas merekam kejadian itu. Tadi malam sempat menanyakan keberadaan ayahnya. Kami hanya bisa bilang kalau ayahnya saat ini sedang bekerja,” ungkapnya

.

Eko juga menjelaskan kondisi kedua orang tuanya yang saat ini juga terpukul dengan peristiwa penggerbekan itu. Kedua orang tuanya itu meski tak ikut diinterogasi di Polres, namun mereka menyaksikan langsung sekitar 20 Tim Desnus mengeledah rumah dan mengelandang anaknya.

“Bapak dan Ibu terpukul dengan peristiwa yang menimpa keluarga kami, selain itu juga trauma dengan penggrebekan dirumahnya kemarin,” bebernya.

Dihubungi Terpisah, dalam pernyataan resminya, Kasat Brimob Polda DIY Kombes Pol Dadang Raharja membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Gunungkidul.

Sep langsung dibawa dari Gunungkidul ke Markas Komando Brimob, Banciro Gondosuman, Kota Jogja kemudian di terbangkan menuju Jakarta pada Rab pagi. Namun demikian pihaknya masih belum memberikan keterangan keterkaitan peran dan keterlibatan Sep dengan aksi teror.

“Keterkaitan tetap sebagai dari jaringan teroris,” imbuhnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post