Pasien Ditolak Gunakan Fasilitas BPJS

image

Foto: Istimewa

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Andrianto (39), warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, ditolak saat keinginannya menggunakan kartu BPJS sebagai jaminan kesehatan untuk berobat tak menuai hasil.

Informasi yang dihimpun, pasien mendatangi Klinik Bakti Husada untuk berobat pada Selasa (10/10/2017) sore. Dia pun mendaftar dengan menyodorkan kartu kepesertaanya sebagai anggota BPJS sesuai dengan fasilitas kesehatan yang sudah tertera di dalam kartu tersebut.

Namun oleh pihak petugas, klinik itu sudah tidak menerima layanan menggunakan fasilitas BPJS. Padahal pada kartu BPJS milik pasien masih terpampang fasilitas kesehatan (faskes) I disebutkan Klinik Bakti Husada. Hal itu membuat pasien merasa di pingpong.

“Heran kok saat saya berobat menggunakan fasilitas BPJS ditolak, padahal didalam kartu saya masih tercetak bahwa faskes I benar-benar di Klinik Bakti Husada,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Andrianto menuturkan, dia pun heran saat berusaha menggali informasi melalui web BPJS online, klinik tersebut masih terpampang dengan jelas yakni sebagai penyedia layanan BPJS. Namun pihak petugas mengaku bahwa klinik sudah tidak menyediakan layanan menggunakan fasilitas BPJS.

“Terus ini yang benar yang mana di kartu dan di web masih terpampang jelas bahwa paskes I melalui klinik ini tetapi kok petugas tetap saja menolak. Yang benar di web atau di klinik sih,” tandasnya.

Dia pun terpaksa harus merogoh saku untuk berobat melalui fasilitas umum (regular). Andrianto menyesalkan kejadian ini lantaran pihak kantor BPJS tidak menerangkan bahwa klinik tersebut sudah tidak terdaftar sebagai mitra BPJS.

“Kemarin saat ke kantor BPJS petugas juga tidak bilang apapun, seharusnya jika memang klinik pilihan saya sudah tidak bisa menggunakan BPJS kan mereka harusnya diinformasikan ke warga peserta BPJS dulu sehingga tidak terjadi seperti ini,” bebernya.

Pihaknya berharap, kepada pihak kantor BPJS untuk memberikan informasi secara gamblang jika terjadi perubahan data maupun penyedia layanan kesehatan. Sehingga kejadian seperti ini tidak lagi terjadi.

“Harapan kami segala perubahan data maupun perubahan penyedia fasilitas kesehatan jika ada perubahan segera pihak BPJS memberikan informasi langsung ke anggota,” pungkas Andrianto. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post