Payah…Belum Semua Wilayah Rawan Bencana Tertangani

image

Gladi Lapang Penangulangan Bencana Gempa Bumi di Desa Girikarto. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Panggang – Dari jumlah wilayah rawan bencana di Gunungkidul hingga saat ini belum tertangani dengan baik. Pasalnya sampai saat ini kesiapsiagaan masyarakat minim dalam menghadapi bencana padahal peningkatan kapasitas masyarakat sangat penting.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Heri Siswanto saat melaksanakan gladi lapang penangulangan bencana gempa bumi di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang mengatakan, selama ini baru 40 desa yang sudah membentuk desa tangguh bencana.

 “Dari 144 desa yang ada, ada 132 desa yang rawan bencana. Namun hingga kini yang sudah tertangani dengan pembentukan desa tangguh bencana baru 40 desa,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Selasa (16/5/2017).

Menurut dia, dibanding daerah lain di DIY, Kabupaten Gunungkidul paling banyak desa rawan bencana tanah longsor. Karena untuk Kulonprogo hanya tercatat 41 desa yang rawan longsor, Bantul 32 desa dan Kabupaten Sleman hanya 7 desa.

Gladi lapang bencana gempa bumi, sebagaimana yang dilakukan masyarakat Desa Girikarto Kecamatan Panggang, merupakan puncak pembinaan yang dilakukan oleh BPBD DIY bersama BPBD Gunungkidul.

“Kita melakukan sosialisasi hingga dua belas kali, dan puncaknya dengan gladi lapang ini,” tambahnya.

Kepala Seksi Pencegahan dabn Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul, Sulistyo yang hadir dalam kesempatan ini mengaku kagum dengan semangat masyarakat untuk melakukukan gladi.

“Sepintas seperti kejadian yang sebenarnya. Saya lihat warga sudah cekatan dan tahu apa yang harus diperbuat, jika terjadi bencana. Ini yang patut kita apresiasi,” ungkapnya.

Meski bencana alam tidak pernah diharapkan, namun karena bencana ini sulit diprediksi, maka jika sewaktu-waktu terjadi, masyarakat sudah siap. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post