Payah…Proyek Perbaikan Jalan Terkendala Minimnya Anggaran

207 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Proyek pembenahan jalan yang ada diwilayah Kabupaten Gunungkidul tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Pasalnya, anggaran untuk perbaikan serta perawatan jalan yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunungkidul terbatas.

Kepala DPUPKP Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan idealnya anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan serta perawatan jalan di wilayahnya berkisar Rp 200 miliar. Namun anggaran yang tersedia hanya Rp 79 miliar.

“Terpaksa dengan ini kami harus mengoptimalkan dengan anggaran yang ada,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (24/5/2018) kemarin.

Terbatasnya anggaran tersebut mengakibatkan perbaikan serta perawatan jalan tidak bisa langsung menyeluruh.

Jalan yang menjadi tanggungjawab DPUPKP Gunungkidul sepanjang kurang lebih 1.200 KM yang statusnya jalan kabupaten. Sementara untuk kondisi jalan dalam kondisi baik hanya bekisar 40%.

“Jika dana yang kami terima lebih besar atau sesuai dengan yang dibutuhkan, target perbaikan serta perawatan bisa lebih cepat,” tandasnya.

Eddy mengaku pihaknya sudah mengajukan permintaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan, tapi karena keterbatasan dana maka hanya 79 miliar yang dapat diterima.

“Setiap tahun kita tidak bisa usulkan sesuai nominal karena sebab menengok minimnya anggaran yang ada,” katanya.

Sumber anggaran itu diperoleh dari APBD Kabupaten serta dana alokasi umum yang jumlahnya berkisar Rp50 miliar.

Selain itu ada juga Dana Alokasi Khusus (DAK) yang merupakan target perbaikan jalan oleh pusat tapi kewenangan daerah. Namun jumlah yang diterima saban tahun makin turun.

“Tahun 2017 dapat Rp 19,5 miliar sementara tahun ini Rp 18 miliar,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto mengatakan minimnya anggaran itu disebabkan kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Meski begitu pemerintah kabupaten harusnya mampu mencari dana terobosan lain.

“Menurut saya pemanfaatan DAK bisa lebih dioptimalkan. Dan Pemkab harus mampu cari trobosan sumber dana yang lainnya,” tutup Purwanto. (Bayu Prihartanto)

Related Post