Pelaku Mesum Dipenginapan Akan Disidang

604 views


ilustrasi.net




Gunungkidulpost.com – Wonosari – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gunungkidul akan melakukan upaya penegakan hukum bagi pasangan tak resmi yang terjaring razia pekat diberbagai penginapan di Gunungkidul. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul Agus Hartadi menegaskan, meski belum ada payung hukum khusus, petugas akan menggunakan Perda DIY No.18/1954 tentang Larangan Pelacuran di Tempat Umum sebagai dasar untuk pemrosesan hukum. Menurut Agus, penjatuhan sanksi sudah berlaku terhadap sebelas pasangan mesum yang tertangkap di penginapan yang ada di Kecamatan Purwosari saat dilakukan razia pada Senin (19/9/2016) lalu. 

“Ini baru langkah awal kami akan terus dilakukan razia untuk memberikan efek jera,” katanya saat dikonfirmasil Gunungkidulpost.com, Sabtu (24/9/2016).

Diakuinya, Pemkab Gunungkidul belum ada payung hukum perda tentang pelacuran. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah karena sanksi yang diberikan mengacu di aturan dalam Perda DIY No.18/1954 tentang Larangan Pelacuran di Tempat Umum dan juga tentang pelanggaran tindak pidana ringan.

“Selama ini upaya dirasa belum memberikan efek jera sehingga akan kami proses ke ranah hukum. Dan kami berharap dengan sanksi tegas itu maka dapat mengurangi pelaku penyakit masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Wonosari Agung Budi Setyawan mengaku, Para pelaku yang terjaring razia beberapa hari yang lalu dinyatakan melanggar Peraturan Daerah (Perda) DIY No.18/1954 tentang Larangan Pelacuran di Tempat Umum. Selain itu, pasangan tersebut juga melanggar tipiring. Oleh karena itu, majelis hakim memutuskan bersalah sehingga dijatuhi denda Rp300.000. 

“Vonis ini harus dipenuhi, karena jika tidak maka pelaku akan dikurung selama 15 hari,” ucap Agung. (Bayu)

Related Post